Dongkrak Pariwisata, Pemerintah Tarik Investor Timur Tengah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga tengger melintas di kawasan pos Jemplang dengan latar belakang bukit Teletubies dan kepulan asap solfatara gunung Bromo, Poncokusumo, Malang, Jawa Timur, 6 Januari 2016. Sejak dinaikkan menjadi status siaga, kawasan ini hanya bisa dinikmati dari pos Jemplang. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Warga tengger melintas di kawasan pos Jemplang dengan latar belakang bukit Teletubies dan kepulan asap solfatara gunung Bromo, Poncokusumo, Malang, Jawa Timur, 6 Januari 2016. Sejak dinaikkan menjadi status siaga, kawasan ini hanya bisa dinikmati dari pos Jemplang. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pariwisata berusaha menarik pengusaha Timur Tengah berinvestasi di sektor pariwisata. Terutama untuk 10 tujuan wisata yang dikembangkan Kementerian dengan nilai investasi yang dibutuhkan sebesar Rp 200 triliun. Investasi diharapkan bisa mendorong kemajuan sektor pariwisata.

    "Ada 10 tujuan wisata yang ditargetkan setara dengan Bali," kata Kepala bidang investasi Kementerian Pariwisata, Hengky Manurung, dalam seminar investasi dan perdagangan Timur Tengah-Indonesia di Malang, Kamis, 8 Desember 2016. Di antaranya Bromo Tengger Semeru, Danau Toba, dan Mandalika. Sejauh ini, sudah ada pengusaha asal Arab Saudi yang tertarik berinvestasi di Mandalika. Sepuluh tujuan wisata ini akan dikelola oleh otoritas khusus.

    Selain investasi, Hengky mengatakan, pengembangan pariwisata akan menyasar wisatawan asal Timur Tengah menyusul wisata halal yang diterapkan di seluruh Indonesia. Sehubungan dengan itu, pemerintah memberikan kemudahan dengan menerbitkan visa on arrival (VOA) atau visa kunjungan saat kedatangan bagi wisatawan dari Timur Tengah. Ditargetkan, tahun depan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 27 juta orang.

    Sepanjang sembilan bulan terakhir, investasi di sektor wisata mencapai US$ 1 miliar. Sekitar 54 persen di antaranya terpusat di Jakarta dan 22 persen di Bali. Selebihnya tersebar di sejumlah daerah lain.

    "Sebanyak 65 persen investasi di perhotelan," katanya. Sektor pariwisata membuka 9,8 juta lapangan pekerjaan atau tumbuh 30 persen dalam kurun lima tahun terakhir. Industri ini menyumbang pendapatan domestik bruto 10 persen dan menyumbang 9,8 persen devisa.

    Sementara itu, Kepala Badan Penanaman Modal Pemerintah Provinsi Jawa Timur Lilik Saleh Wartadipraja menawarkan beragam pilihan investasi, meliputi wisata buatan dan wisata alam yang terbentang di seluruh wilayah Jawa Timur. "Banyak potensi kerja sama."

    Menurut dia, Jawa Timur juga banyak mengekspor aneka daging dan ikan olahan, kertas, dan cokelat ke sejumlah negara di Timur Tengah. Sedangkan Jawa Timur mengimpor pupuk, garam, dan buah-buahan.

    EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.