Jerman Tawari Bali Kerja Sama Infrastruktur dan Pendidikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang wisatawan didampingi inisiator Bali Shark, Paul Friese (kanan) melihat ikan hiu dalam keramba penangkaran milik Bali Shark di lepas pantai Pulau Serangan, Denpasar, Bali, 12 November 2016. Johannes P. Christo

    Dua orang wisatawan didampingi inisiator Bali Shark, Paul Friese (kanan) melihat ikan hiu dalam keramba penangkaran milik Bali Shark di lepas pantai Pulau Serangan, Denpasar, Bali, 12 November 2016. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Jerman menawarkan penguatan kerja sama di bidang infrastruktur dan pengembangan pendidikan kepada Bali karena dinilai sebagai salah satu daerah destinasi pariwisata yang sudah mendunia.

    "Kalau ditanya, masyarakat kami lebih tahu Bali ketimbang Indonesia," kata Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Federal Jerman untuk Indonesia Michael Freiherr Von Ungern Sternberg, di Denpasar, Rabu, (7 Desember 2016).

    Oleh karena itu, dia ingin memperoleh berbagai masukan dari Pemprov Bali terkait apa saja yang saat ini dibutuhkan dalam pembangunan Bali.

    Selaku perwakilan Negara Jerman di Indonesia, Dubes Freiherr Von Ungern akan berupaya memfasilitasi agar kerja sama dengan Bali dapat diperluas serta berdampak positif bagi masyarakat setempat.

    Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi Bali Cokorda Ngurah Pemayun mewakili Pemprov Bali menyampaikan selamat datang dan apresiasi atas tawaran Dubes Jerman dengan upaya memajukan sektor pariwisata, apalagi saat ini Bali tengah menggenjot pembangunan bidang infrastruktur.

    Menurut Cok Pemayun, Bali tengah mematangkan rencana pembangunan bandara baru di kawasan utara dan pengembangan pelabuhan. Selain itu, penguatan fasilitas kesehatan juga menjadi perhatian Pemprov Bali.

    "Kami sedang membangun RS Bali Mandara yang berstandar internasional dan saat ini sudah hampir rampung," ucapnya sembari menyebutkan sebagian teknologi yang diterapkan di rumah sakit tersebut diadopsi dari Jerman.

    Di sisi lain, Cok Pemayun mengemukakan sejumlah persoalan yang masih dihadapi Pulau Dewata, satu diantaranya adalah penanganan sampah dan limbah.

    "Kami sedang mencari investor untuk menangani sampah di TPA Suwung, Denpasar. Selain itu limbah rumah sakit juga masih menyisakan persoalan karena masih harus dikirim ke Surabaya untuk diolah agar tak mencemari lingkungan," katanya.

    Jika memungkinkan, pihaknya berharap pemerintah Jerman dapat membantu Bali dalam mengatasi dua persoalan tersebut.

    Menjawab harapan itu, Dubes Freiherr Von Ungern akan menawarkannya kepada investor Jerman. Karena sepengetahuannya, banyak investor negara tersebut yang bergerak dalam pengembangan teknologi pengelolaan limbah dan sampah menjadi energi listrik.

    Selain itu, Kedutaan Besar Jerman membuka peluang bagi masyarakat Bali untuk mengikuti program pendidikan di negara tersebut.

    Pada bidang kepariwisataan, Jerman juga punya kegiatan Internationale Tourismus Bourse (ITB) yang merupakan ajang bagi negara dari seluruh dunia untuk mempromosikan potensi pariwisatanya.

    Dalam kesempatan itu, Dubes Freiherr Von Ungern juga didampingi Konsul Kehormatan Jerman untuk Bali Robert Jantzen.

    Kedatangan Dubes Freiherr Von Ungern ke Bali serangkaian mengikuti Bali Democracy Forum (BDF) dan dijadwalkan berada di Bali hingga 9 Desember mendatang.

    Dalam pertemuan itu, Sekda Cok Pemayun didampingi Karo Humas I Dewa Mahendra Putra, Kadisbud Dewa Putu Beratha, Karo Tata Pemerintahan Jayadi Jaya dan Kadis Pariwisata Anang Agung Gede Yuniartha Putra.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.