Indeks Asia Menguat, IHSG Melemah 0,14 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat ditutup naik tipis sebesar 0,02 poin menyusul harga minyak mentah dunia yang terkoreksi. TEMPO/Tony Hartawan

    Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat ditutup naik tipis sebesar 0,02 poin menyusul harga minyak mentah dunia yang terkoreksi. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada perdagangan hari ini ditutup melemah 7,59 poin atau 0,14 persen ke level 5.265,36. Sebelumnya indeks dibuka di teritori negatif, di level 5.272,10, dan sempat bergerak di kisaran 5.229,79-5.273,51.

    Berdasarkan pantauan di RTI Business, sebanyak 536 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, sebanyak 122 saham menguat, 194 saham melemah, 93 saham stagnan dan sisanya tidak ditransaksikan.

    Transaksi perdagangan hari ini melibatkan 9,63 miliar saham yang diperdagangkan sebanyak 309.122 kali dengan nilai transaksi Rp 6,92 triliun. Meski pasar negosiasi dan pasar tunai asing masih mencatatkan aksi beli bersih atau nett buy Rp 175,59 miliar, namun di pasar reguler asing masih melakukan jual bersih atau net sell sebanyak Rp 536,73 miliar. Sehingga secara keseluruhan, asing masih mencatatkan nett sell Rp 361,14 miliar.

    Dari sepuluh indeks sektoral di Bursa Efek, sebanyak tiga sektor menguat, dipimpin sektor keuangan menguat 0,5 persen. Sedangkan tujuh sektor melemah tertekan oleh sektor infrastruktur yang turun 0,9 persen, disusul sektor pertambangan yang turun 0,7 persen.

    Kondisi IHSG berbanding terbalik dengan pergerakan indeks di kawasan Asia yang kompak ditutup menguat. Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,74 persen ke level 18.496,69. Indeks Hang Seng Hongkong melemah 0,55 persen ke level 22.800,92. Indeks Shanghai Cina menguat 0,71 persen ke level 3.222,24, dan Indeks Strait Times Singapura menguat 0,36 persen ke level 2.959,84.

    Senior analis dari Bumi Artha Securities Reza Priyambada mengatakan, pelemahan IHSG pada hari ini lebih cenderung pada koreksi teknikal, karena dalam empat hari terakhir IHSG telah mengalami kenaikan menyusul sentimen positif dari OPEC yang kemarin sepakat untuk memangkas produksi minyak.

    "Sebenarnya lebij ke koreksi teknikal. Sekarang ketika kita lihat perdagangan sudah mulai berkurang, pelaku pasar telah over bought dan memanfaatkan penguatan sebelumnya untuk melakukan profit taking (aksi ambil untung)," ujar Reza Priyambada saat dihubungi Tempo, Rabu, 7 Desember 2016.

    Sementara itu kondisi pasar juga masih wait and see terkait jelang pertemuan The Fed yang diperkirakan akan menaikkan kembali suku bunganya pada bulan ini, dan ketidakpastian yang terjadi di Italia terkait rencana pengunduran diri Matteo Renzi sebagai Perdana Menteri. "Sebenarnya itu hanya sentimen tambahan, bukan hal khusus yang membuat market drop. Karena sebenarnya ditutup positif," kata Reza.

    Reza memperkirakan aksi profit taking saham masih akan mewarnai perdagangan esok hari, kecuali pelaku pasar kembali melakukan aksi beli. "Kalau enggak, potensi pelemahan masih akan terjadi karena masih adanya over bought (kelebihan pembelian)," kata dia. Reza memperkirakan IHSG besok akan bergerak di rentang support 5.238-5.247 dan resisten 5.275-5.288.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.