Bank Mandiri Kucurkan Rp 7,84 Triliun untuk Proyek Tol Laut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau keberangkatan kapal tol laut logistik nusantara rute Jakarta-Natuna di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, 25 Oktober 2016. TEMPO/Odelia

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau keberangkatan kapal tol laut logistik nusantara rute Jakarta-Natuna di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, 25 Oktober 2016. TEMPO/Odelia

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Mandiri fokus mengembangkan sektor kepelabuhan untuk mendukung pemerintah merealisasikan program tol laut serta pembangunan ekonomi yang inklusif. Menurut Direktur Retail Banking Bank Mandiri, Tardi, perseroan menyadari besarnya kebutuhan pembiayaan untuk merealisasikan program itu.

    Proyek tol laut yadalah menghubungkan sejumlah pelabuhan sebagai lalu lintas kapal pengangkut di seluruh wilayah Indonesia. Di dalamnya termasuk kebutuhan investasi pembangunan 24 pelabuhan utama yang diperkirakan mencapai Rp 70,6 triliun.

    "Kami telah menetapkan sektor pelabuhan sebagai fokus untuk dikembangkan solusinya secara komprehensif. Sehingga memudahkan setiap pelaku usaha di sektor ini dalam menjalankan proses bisnisnya,” kata Tardi dalam acara Mandiri Gathering dan Appreciation Day Port Sector 2016 di Jakarta, Rabu, 7 Desember 2016.

    Bank Mandiri telah menyalurkan total pembiayaan hingga Rp 7,84 triliun pada akhir Oktober 2016, baik secara individu maupun sindikasi, untuk pengembangan sektor kepelabuhanan di Indonesia. Nilai tersebut meningkat 72 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

    Adapun proyek-proyek yang memperoleh pembiayaan dari Bank Mandiri antara lain pembangunan Terminal Petikemas Belawan fase 2 dan pembangunan terminal multi purpose Kuala Tanjung di wilayah kerja Pelindo I, serta proyek pembangunan Makassar New Port di wilayah kerja Pelindo IV.

    BacaSari Roti Klarifikasi Bagi-bagi Roti Gratis di Demo 212

    Bank Mandiri juga memberikan kredit modal kerja kepada Pelindo II dan pinjaman transaksi khusus kepada Pelindo III dan Pelindo IV sebagai belanja modal untuk penguatan pelabuhan eksisting, serta pengadaan alat-alat pelabuhan.

    Tardi menambahkan, Bank Mandiri juga secara aktif mendukung Pelindo I-IV sebagai operator pelabuhan di Tanah Air melalui layanan transaction banking yang terintegrasi guna meningkatkan kelancaran dan kemudahan transaksi kepelabuhan.

    “Layanan yang memanfaatkan jaringan e-channel Bank Mandiri ini telah dapat meningkatkan efisiensi dan percepatan dalam berbagai transaksi pelabuhan,” jelasnya.

    Pada sisi collection, misalnya, Bank Mandiri memiliki layanan Mandiri bill collection, EDC closed payment, Mandiri Debit Co-Brand Card dan layanan Mandiri autodebit yang semuanya bertujuan memudahkan dan mempercepat proses penerimaan dan rekonsiliasi. Selain itu, Bank Mandiri juga menyediakan e-Port Card yang merupakan kartu akses untuk masuk ke pelabuhan berbasis Mandiri e-money yang juga berfungsi sebagai alat pembayaran.

    Volume transaksi di pelabuhan pada Januari-Oktober 2016 tercatat sebesar Rp15,7 triliun yang antara lain dilakukan melalui jaringan e-channel Bank Mandiri dengan menggunakan berbagai layanan transaksional tersebut.

    Disamping itu, Bank Mandiri menjadi salah satu bank yang ditunjuk untuk menyediakan payment system dalam program terbaru dari Kementerian BUMN yaitu "Integrated Billing System" (IBS) di Pelindo I-IV, sesuai penandatanganan MoU 29 November 2016 lalu.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.