BPS: Neraca Perdagangan Provinsi Maluku Defisit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekpresi pekerja saat memotong kayu gelondongan di kawasan Klender, Jakarta, 15 Maret 2016. Dengan demikian ekspor Indonesia ke Uni Eropa mencapai US$ 211, 9 juta atau sekitar 9,23 % dari total yang mencapai US$ 22,5 miliar. TEMPO/Tony Hartawan

    Ekpresi pekerja saat memotong kayu gelondongan di kawasan Klender, Jakarta, 15 Maret 2016. Dengan demikian ekspor Indonesia ke Uni Eropa mencapai US$ 211, 9 juta atau sekitar 9,23 % dari total yang mencapai US$ 22,5 miliar. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Ambon - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat neraca perdagangan luar negeri di provinsi itu mengalami defisit parah sekitar US$ 27,38 juta. Pasalnya, nilai ekspor Maluku sejak Oktober 2016 hanya senilai US$ 0,17 juta sedangkan nilai impornya mencapai US$ 27,55 juta.

    Nilai ekspor Maluku yang sangat kecil itu tidak mampu menutupi defisit neraca perdagangan luar negeri karena provinsi tersebut mencatatkan impor gas dalam kurun Januari-Oktober 2016.

    "Ini sesuai dengan data sejak Oktober 2015, Maluku selalu mengalami defisit yang disebabkan tingginya impor barang dari luar negeri yang didominasi oleh impor barang migas," kata Kepala BPS Dumangar Hutauruk pada Senin, 5 Desember 2016.

    Menurut Dumangar, ekspor di sektor migas belum mampu mengimbangi tingginya impor di sektor tersebut. Tercatat, ekspor migas di Maluku hanya mencapai US$ 27,12 juta, sedangkan impor migas dari luar negeri mencapai US$ 150,03 juta.

    Dumangar menambahkan, nilai ekspor Provinsi Maluku pada Oktober 2016 mencapai 0,17 juta dolar AS, atau naik 7,994,15 persen jika dibandingkan dengan nilai ekspor pada September yang mencapai US$ 2,05 ribu.

    Sedangkan nilai impor Provinsi Maluku selama Oktober 2016 sebesar US$ 27,55 juta atau naik 85,18 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat US$ 14,88 juta. “Jadi, ekspor migas di Provinsi Maluku belum mengimbangi tingginya impor di sektor migas," katanya.

    RERE KHAIRIYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.