Pemerintah Tak Lagi Tetapkan Harga Acuan Cabai dan Kedelai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saat ini semua komoditas pertanian mengalami kenaikan harga secara menyeluruh yang berkisar antara 20-50 persen. FOTO ANTARA/Anang Budiono

    Saat ini semua komoditas pertanian mengalami kenaikan harga secara menyeluruh yang berkisar antara 20-50 persen. FOTO ANTARA/Anang Budiono

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah kembali membahas harga acuan komoditas pangan. Namun kali ini hanya lima komoditas yang harganya akan diatur. "Kelima komoditas itu bawang merah, beras, daging sapi, gula, dan jagung," kata Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution di Jalan Widya Chandra IV, Jakarta, Jumat, 2 Desember 2016.

    Dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 63 Tahun 2016 tentang Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen, komoditas pangan yang diatur harga acuannya mencakup kedelai dan cabai. Namun, di masa mendatang, Darmin mengatakan harga kedua komoditas tersebut tak akan kembali diatur.

    Darmin mengatakan harga kedelai tak lagi diatur karena mayoritas pasokan berasal dari luar negeri, sehingga pada dasarnya tidak diatur. Sedangkan cabai tidak diatur karena harganya sudah mulai melonjak akibat curah hujan yang tinggi.

    Dari rapat hari ini bersama Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, dan Kepala Badan Usaha Logistik, menurut Darmin, beleid tentang harga acuan pembelian kemungkinan bakal diubah. Hasil rapat ini kemudian akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo pada Senin, 5 Desember 2016.

    Presiden sebelumnya meminta Menteri Darmin untuk menentukan kebijakan jangka panjang terkait dengan harga pangan yang terus melonjak. Ia diminta memikirkan langkah penanganan harga pangan yang naik.

    Salah satu skema yang disiapkan Darmin ialah mengubah skema impor. Jika terjadi kenaikan harga dan Menteri Pertanian atau Menteri Perdagangan merasa perlu impor, mereka hanya perlu melapor kepada Darmin. "Nanti saya akan buat surat dan Bulog akan menjadi pelaksanannya," tuturnya.

    Namun demikian, Darmin mengatakan kebijakan impor tidak akan serta merta diambil saat harga naik. Ia mengatakan kebijakan tersebut tentu akan dipertimbangkan terlebih dahulu.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?