IHSG BEI Naik 9,16 Poin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pergerakan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 18 Maret 2016.  IHSG ditutup flat di level yang hampir sama dengan kemarin yakni 4.885,71 naik 0,02 poin atau 0%. TEMPO/Tony Hartawan

    Pergerakan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 18 Maret 2016. IHSG ditutup flat di level yang hampir sama dengan kemarin yakni 4.885,71 naik 0,02 poin atau 0%. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) naik 9,16 poin atau 0,18 persen menjadi 5.207,91 pada awal perdagangan Jumat pagi, 2 Desember 2016. Kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 juga naik 2,30 poin (0,27 persen) menjadi 872,00.

    Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, mengatakan pergerakan rupiah yang masih positif membuat IHSG bisa melanjutkan kenaikan meski aksi doa bersama hari ini sempat membuat sebagian pelaku pasar khawatir.

    "Secara sentimen, aksi doa bersama tidak banyak berpengaruh pada pasar sepanjang berjalan kondusif. Namun, jika di luar harapan, pasar akan merespons hal itu sebagai sentimen negatif," ucapnya.

    Ia berujar, penguatan IHSG juga didukung hasil pertemuan OPEC, yang pada intinya sepakat memangkas produksi anggotanya, yang membuat harga minyak mentah dunia naik serta mendorong kenaikan harga komoditas lain dan saham-saham pertambangan.

    Wakil Presiden Riset dan Analisis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere menuturkan kekhawatiran mengenai dampak aksi doa bersama hari ini terhadap keamanan Ibu Kota bisa membatasi pergerakan IHSG. "Diperkirakan IHSG akan bergerak bervariasi di akhir pekan ini," katanya.

    Di tingkat regional, indeks Hang Seng melemah 140,19 poin (0,61 persen) ke 22.738,04; indeks Nikkei turun 140,69 poin (0,76 persen) ke 18.372,43; dan Straits Times melemah 2,17 poin (0,07 persen) ke 2.926,31.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.