PT ASDP Indonesia Ferry Operasikan Kapal Surabaya-Lombok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal feri melintas di selat madura, Surabaya, 27 Mei 2015. Setelah beroperasinya jembatan Suramadu jumlah pengguna jasa kapal tersebut menurun drastis. ANTARA/Didik Suhartono

    Kapal feri melintas di selat madura, Surabaya, 27 Mei 2015. Setelah beroperasinya jembatan Suramadu jumlah pengguna jasa kapal tersebut menurun drastis. ANTARA/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Jakarta  - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mulai mengoperasikan layanan feri jarak jauh  Surabaya-Lombok Kamis, 1 Desember 2016. Layanan perdana itu akan menggunakan KMP Legundi yang merupakan buatan dalam negeri.

    "Pengguna jasa kini dapat menikmati perjalanan Surabaya-Lombok dengan KMP Legundi yang menyediakan berbaagi fasilitas," kata Pelaksana Tugas Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Faik Fahmi dalam siaran pers yang diterima Tempo, Rabu, 30 November 2016.

    Faik  menambahkan, ASDP berkomitmen  mendukung penurunan biaya tinggi logistik dan pengembangan sektor pariwisata melalui layanan feri jarak jauh. "Perjalanan dengan kapal ASDP ini lebih hemat, aman, dan nyaman."

    Rencananya kapal akan diberangkatkan dari dermaga Jamrud Utara 310, Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Laut Pelindo III, Lembar, Lombok. Kapal ini dilengkapi dengan fasilitas AC dan layanan tambahan berupa satu kali makan tanpa biaya.

    Pelayaran Surabaya-Lombok  dijadwalkan dua kali dalam satu minggu dengan waktu tempuh sekitar 21 jam. Adapun keberangkatan dari Surabaya jatuh pada Senin dan Kamis, sedangkan dari Lombok ke Surabaya tiap Rabu dan Sabtu.

    ASDP berencana akan menyiapkan lima unit kapal berkapasitas di atas 5.000 tonase kotor (Gross Tonnage/GT) untuk layanan feri jarak jauh itu. Hal ini dilakukan secara bertahap. Menurut Faik  feri yang disiapkan mampu menampung 1.000 penumpang dan 100 truk.

    Dengan layanan feri jarak jauh, Faik optimististis dapat mengurangi biaya logistik dan mendukung sektor pariwisata setempat serta mampu mengurangi kepadatan lalu lintas darat.

    Faik menuturkan keunggulan penggunaan feri ketimbang angkutan darat antara lain adalah mengurangi kepadatan lalu lintas di Bali, sehingga kenyamanan pariwisata dapat lebih terjaga. Kedua, menambah rute baru pariwisata dari Surabaya ke Lombok dengan frekuensi dua kali per pekan.

    Ketiga  ramah lingkungan. Keempat, mengurangi beban dan perawatan jalan raya. Terakhir, efisiensi waktu, biaya operasional dan pemeliharaan truk. Sebagai perbandingan, untuk perjalanan Surabaya-Lombok melintasi jalur darat dan penyeberangan Jawa-Bali, waktu tempuh perjalanan bisa mencapai lebih dari 30 jam.

    Adapun tarif penumpang dari kapal itu adalah sebagai berikut:
    1. Dewasa Rp 72.000,
    2. Anak- anak Rp 47.000.

    Kendaraan: 
    1. Golongan I Rp 117.000,
    2. Golongan II Rp 197.000,
    3. Golongan III Rp 392.000,
    4. Golongan IV Penumpang Rp 1.385.000,
    5. Golongan IV Barang Rp 1.252.000,
    6. Golongan V Penumpang Rp 2.657.000,
    7. Golongan V Barang Rp 2.194.000,
    8. Golongan VI Penumpang Rp 4.510.00,
    9. Golongan VI Barang Rp 3.629.000,
    10. Golongan VII Rp 4.574.000,
    11. Golongan VIII Rp 6.829.000,
    12. Golongan IX Rp 10.234.000.

    Tarif-tarif di atas diketahui belum termasuk biaya jasa pelabuhan.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.