Batas Bunga Kartu Kredit Bakal Diturunkan Jadi 2,25 persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perangkat Electronic Data Capture (EDC)/ transaksi non tunai /kartu kredit / debit. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi perangkat Electronic Data Capture (EDC)/ transaksi non tunai /kartu kredit / debit. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia menyatakan peraturan mengenai bisnis kartu kredit segera dikeluarkan bulan depan atau Desember tahun ini. Ronald Waas, Deputi Gubernur Bank Indonesia, mengatakan peraturan baru tentang kartu kredit sudah dimatangkan dan segera dirilis pada Desember mendatang.

    Beberapa waktu lalu, dalam catatan Bisnis, BI disebut berencana menurunkan batas maksimum capping bunga kartu kredit sebesar 70 basis poin (bps) menjadi 2,25 persen per bulan dari sebelumnya 2,95 persen per bulan.

    "Kami keluarkan Desember, jadi enam bulan mereka (issuer) siapkan, lalu enam bulan berikutnya kami review," ucapnya di sela-sela seminar inklusi keuangan di Nusa Dua, Rabu, 30 November 2016. Salah satu poin utama aturan kartu kredit terbaru adalah penurunan batas atas bunga atas tagihan kartu kredit.

    Baca juga: SBY Tulis Petuah Panjang Lebar, Jokowi Geleng Kepala

    Eni V. Panggabean, Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI, menyatakan bunganya akan lebih menjadi 2,25 persen dan memudahkan nasabah. "Ini lebih murah untuk dia bayar minimum, artinya sisanya dia bayar 2,95 persen atau dia cash withdrawal bayarnya jadi 2,25 persen," ujar Eni.

    Ronald menyebutkan penurunan suku bunga kartu kredit bisa saja akan mendorong lonjakan kredit. Namun Ronald mengingatkan, fungsi kartu kredit hanya untuk alat pembayaran. "Kartu kredit itu alat untuk bayar, bukan untuk mencari kredit," tuturnya.

    Adapun menurut data sistem pembayaran BI, sampai Juli 2016, dari segi rata-rata volume transaksi secara tahun berjalan mencatatkan penurunan 8,82 persen menjadi 24,44 juta transaksi, sedangkan untuk nilai turun 18,86 persen menjadi Rp 21,56 triliun dibandingkan akhir tahun lalu.

    Pertumbuhan volume transaksi kartu debit yang khusus untuk belanja sampai Juli 2016 menanjak 15 persen menjadi 39,86 juta transaksi dibanding akhir tahun lalu. Sedangkan untuk pertumbuhan nilai transaksi naik 7 persen menjadi Rp 21,85 triliun secara YTD.

    BISNIS.COM



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.