Laporan PDB Amerika Positif, Dorong Wall Street Menguat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Recycle4nabvets.com

    Recycle4nabvets.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Saham-saham Amerika Serikat berakhir sedikit lebih tinggi pada Selasa atau Rabu pagi WIB, 30 November 2016, karena Wall Street mempertimbangkan data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan.

    Indeks Dow Jones Industrial Average naik 23,70 poin atau 0,12 persen menjadi ditutup pada 19.121,60 poin.

    Indeks S&P 500 bertambah 2,94 poin atau 0,13 persen menjadi berakhir di 2.204,66 poin, dan indeks komposit Nasdaq naik 11,11 poin atau 0,21 persen menjadi 5.379,92 poin.

    Produk Domestik Bruto (PDB) AS meningkat pada tingkat tahunan sebesar 3,2 persen di kuartal ketiga 2016, mengalahkan konsensus pasar sebesar 3,1 persen, menurut estimasi kedua yang dirilis oleh Departemen Perdagangan, Selasa.

    "Belanja konsumen mendorong pertumbuhan kuartal terbaik dalam dalam dua tahun, menambah optimisme baru-baru ini dan lebih memperkuat alasan Fed melanjutkan kenaikan suku bunganya pada Desember," kata Jay Morelock dan Sophia Kearney-Lederman, Ekonom FTN Financial, dalam catatan bersama mereka.

    Menurut alat FedWatch CME Group, Selasa, ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 96,3 persen.

    Indeks Keyakinan Konsumen Conference Board tercatat 107,1 pada November, naik dari 100,8 pada Oktober.

    Sementara itu, pdagang terus memantau volatilitas harga minyak menjelang pertemuan penting Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada 30 November.

    OPEC telah sepakat pada September untuk memangkas produksi di tengah banjir pasokan global, tetapi meninggalkan rincian tentang berapa banyak pengurangan produksi untuk setiap anggota pada pertemuan di Wina, Rabu.

    Harga minyak bergerak zigzag baru-baru ini, dengan kedua kontrak, minyak mentah AS dan minyak mentah Brent jatuh hampir empat persen pada Selasa, di tengah berita bahwa produsen-produsen minyak utama tidak setuju tentang distribusi pengurangan produksi, demikian seperti dikutip dari laporan Xinhua.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.