IHSG Ditutup Menguat Tipis 0,43 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, nilai tukar rupiah yang terkoreksi terhadap dolar AS memberikan sentimen negatif bagi pasar saham domestik sehingga indeks BEI tertahan penguatannya. TEMPO/Tony Hartawan

    Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, nilai tukar rupiah yang terkoreksi terhadap dolar AS memberikan sentimen negatif bagi pasar saham domestik sehingga indeks BEI tertahan penguatannya. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada perdagangan di Bursa Efek Indones, Selasa, 29 November 2016 Indeka Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup menguat 0,43 persen atau 22,09 poin ke level 5.136,66.

    Sebelumnya pada pembukaan perdagangan, indeks dibuka di teritori negatif di level 5.108,75, dan bergerak pada kisaran 5.108,75-5.164,58.

    Berdasarkan pantauan di RTI Business, dari 538 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, sebanyak 184 saham menguat, 124 saham melemah, 97 saham stagnan, dan sisanya tidak diperdagangkan.

    Pada perdagangan hari ini sebanyak 17,25 miliar lembar saham yang ditransaksikan dengan nilai transaksi mencapai Rp 7,49 triliun. Asing masih mencatatkan jual bersih baik di pasar negosiasi, tunai, maupun pasar reguler senilai Rp 852,2 miliar.

    Dari sepuluh saham sektoral yang ada di Bursa Efek, hanya sektor aneka industri yang turun 1,3 persen. Sedangkan sektor lainnya menguat ditopang oleh sektor agrikultur sebesar 1,2 persen disusul sektor properti yang menguat 1,1 persen.

    Dari kawasan Asia, Indeks ditutup bervariasi. Indeks Shanghai Cina berhasil ditutup menguat 0,18 persen ke level 3.282,92. Indeks Strait Times Singapura menguat 0,16 persen ke level 2.879,14. Sedangkan Indeks Nikkei 225 Jepang dan Hang Seng Hong Kong kompak mengalami koreksi masing-masing 0,27 persen dan 0,41 persen ke level 18.307,03 dan 22.737,07.

    Analis ekonomi dari Asosiasi Profesi Pasar Modal Indonesia (APPMI) Reza Priyambada melihat penguatan indeks pada hari ini adalah karena adanya aksi beli. Pelaku pasar memanfaatkan pelemahan indeks yang terjadi pada hari sebelumnya.

    Meski di sisi lain pasar juga  adanya pergerakan nilai tukar dolar AS terhadap valuta asing global yang cenderung melemah. "Dengan adanya anggapan melemahnya indeks dolar paling tidak bisa memberikan kesempatan bagi pasar obligasi maupun nikai tukar rupiah kita untuk berbalik positif. Itu yang kami lihat menjadi sentimen penggerak hari ini," kata Reza Priyambada saat dihubungi Tempo.

    Meski demikian, secara intraday Reza melihat di level indeks tertinggi pada 5.164 hari ini menjelang sesi perdagangan I, kemudian indeks cenderung turun di sesi II. Ini karena pasar merespon pergerakan beberapa bursa saham Asia yang mulai melemah, karena kemudian pasar menjadi wait and see terhadap sentimen baru, yakni menjelang pertemuan OPEC. "Sehingga potensi penguatan agak cenderung tertahan. Karena kalau kita lihat pergerakan sampai sesi pertama perdagangan cenderung menguat," kata dia.

    Pada perdagangan esok hari, Reza memperkirakan indeks akan bergerak dalam rentang terbatas, meski ada potensi pembalikan indeks untuk melemah.

    "Untuk besok indeks diperkirakan ada di rentang support 5.075-5.100 dan resisten 5.156-5.164. Cenderung bergerak terbatas, sehingga pasar sebaiknya mewaspadai kalau ada pembalikan arah melemah," ucap Reza.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.