5 Perusahaan E-Commerce Ini Hanya Akan Jual Software Asli  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belanja online. shutterstock.com

    Ilustrasi belanja online. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Lima perusahaan e-commerce Tanah Air meneken kerja sama untuk melindungi konsumen dari software palsu yang marak diperjualbelikan secara online. Kerja sama dengan Microsoft Indonesia bernama Clean E-Commerce itu diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang lebih aman bagi konsumen.
     
    Lima perusahaan itu adalah Bhinneka.com, Blanja.com, Blibli.com, JD.ID, dan Lazada Indonesia. "Masih adanya peredaran counterfeit software di beberapa toko online menjadi penghambat perkembangan bisnis e-commerce Indonesia mengingat dampaknya terhadap kredibilitas toko online serta timbulnya kekhawatiran konsumen saat berbelanja online," ujar Presiden Direktur Microsoft Indonesia Andreas Diantoro dalam keterangan resminya, Selasa, 29 November 2016.

    Selain itu, ucap Andreas, konsumen yang sudah telanjur membeli dan menggunakan counterfeit software dapat terkena risiko masuknya virus ke perangkatnya, sehingga merugikan dari segi waktu dan materi. Hal tersebut, menurut dia, menimbulkan efek negatif kepada bisnis e-commerce, yang saat ini menjadi salah satu motor pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

    Melalui penerbitan roadmap e-commerce, pemerintah berkomitmen memajukan pasar e-commerce yang diprediksi akan menghasilkan nilai transaksi sebesar US$ 130 miliar pada 2020. Dalam roadmap itu, pemerintah juga menekankan dua aspek penting, yaitu perlindungan konsumen dan keamanan cyber, agar konsumen dapat merasa terlindungi saat melakukan transaksi secara online.

    "Kami mewakili para konsumen sangat mengapresiasi dan mendukung penandatanganan MoU ini sebagai bentuk komitmen bersama para pelaku industri untuk memberikan kenyamanan serta keamanan dari kejahatan cyber dan peredaran barang counterfeit bagi konsumen," ujar Sekretaris Jenderal Masyarakat Indonesia Anti-Pemalsuan (MIAP) Justisiari P. Kusumah.

    Nantinya, dengan dukungan Microsoft Indonesia, lima e-commerce tersebut akan melakukan penyaringan terhadap vendor yang menjual software di tokonya masing-masing. Setelah menyaring, kelimanya akan memberikan sertifikasi kepada vendor yang menjual genuine software. Melalui kerja sama itu diharapkan angka pemalsuan barang dapat ditekan, sehingga menciptakan e-commerce yang bersih.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.