Reli Batu Hitam Saingi Minyak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wanita Bangladesh bekerja sebagai tukang angku batu bara di sebuah kawasan tambang batu bara di Dhaka, Bangladesh, 7 Maret 2015. (Zakir Hossain Chowdhury/Anadolu Agency/Getty Images)

    Wanita Bangladesh bekerja sebagai tukang angku batu bara di sebuah kawasan tambang batu bara di Dhaka, Bangladesh, 7 Maret 2015. (Zakir Hossain Chowdhury/Anadolu Agency/Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta - Reli harga batu bara berlanjut dalam penutupan perdagangan hari ketiga, Senin, 28 November 2016, seiring dengan rebound harga minyak mentah dunia.

    Dalam perdagangan Senin, harga batu bara untuk kontrak Desember 2016, kontrak teraktif di bursa Rotterdam, ditutup melesat 2,37 persen atau 1,95 poin ke US$ 84,35 per metrik ton.

    Harga batu bara dalam kontrak Desember 2016 telah menguat pada penutupan perdagangan hari ketiga berturut-turut setelah berakhir melejit 5,45 persen di posisi 82,25 pada 24 November 2016.

    Sejalan dengan penguatan harga batu bara, harga minyak WTI kontrak Januari pada perdagangan Senin juga ditutup melesat 2,21 persen atau 1,02 poin ke US$ 47,08 per barel.

    Adapun patokan Eropa minyak Brent untuk kontrak Januari 2017 juga berakhir dengan penguatan tajam 2,12 persen atau 1 poin ke US$ 48,24 per barel.

    Harga minyak dalam perdagangan Senin atau Selasa pagi waktu Indonesia barat ditutup menguat setelah Menteri Perminyakan Irak mengatakan akan berjanji bekerja sama dengan OPEC demi mencapai kesepakatan yang diterima seluruh anggota.

    Seperti dilansir Bloomberg, Menteri Perminyakan Irak Jabbar al-Luaibi mengatakan optimistis kesepakatan akan dicapai dalam KTT OPEC di Wina, Rabu, 30 November 2016.

    Pergerakan harga batu bara kontrak Desember 2016 di bursa Rotterdam

























    Tanggal


    US$/MT


    28 November


    84,35



    (2,37%)


    25 November


    82,40



    (+0,18%)


    24 November


    82,25



    (+5,45%)


    23 November


    78,00



    (-3,58%)



    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.