Jonan Bentuk Tim, Bahas Tarif Listrik Energi Panas Bumi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meninjau perkembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong unit 5 dan 6 yang dikerjakan oleh PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Geothermal Energy di Tomohon, Sulawesi Utara, Sabtu, 26 November 2016. TEMPO/Larisaa

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meninjau perkembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong unit 5 dan 6 yang dikerjakan oleh PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Geothermal Energy di Tomohon, Sulawesi Utara, Sabtu, 26 November 2016. TEMPO/Larisaa

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan telah membentuk tim khusus untuk mendiskusikan tarif listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) yang selama ini selalu menjadi persoalan yang menghambat pemanfaatan EBT, khususnya energi panas bumi.

    "Saya bentuk tim, ada dari PT Pertamina, PLN, ada lain-lain, untuk menentukan tarifnya dan prosesnya bagaimana," ujar Jonan di Tomohon, Sulawesi Utara, Sabtu, 27 November 2016.

    Menurut Jonan, dalam penentuan tarif listrik, pemerintah harus berlaku adil terhadap produsen listrik maupun perusahaan yang membelinya, yakni PT PLN (Persero). Saat ini, pembahasan feed in tariff (FIT) sedang berlangsung. Jonan menargetkan pembahasan selesai dalam waktu satu bulan.

    "Yang penting dalam pembahasan feed in tariff itu fair untuk semua. Jadi untuk PLN juga fair, nanti PLN jual ke masyarakat harganya juga terjangkau. Sebagai produsen, PLTP-nya juga bisa jalan," kata Jonan.

    Terkait dengan kebijakan soal tarif tersebut, Jonan akan menerbitkan aturan tarif listrik dalam waktu dekat yang disusun dalam bentuk Peraturan Menteri ESDM. Jonan menargetkan awal 2017 aturan soal tarif listrik sudah rampung dibahas.

    "Cepat kok ini. Awal tahun bisa. Bentuknya permen (peraturan menteri), kalau perlu revisi permen," kata Jonan.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?