Biodiesel Dinilai Jadi Pasar Potensial Minyak Sawit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam, Luhut B Panjaitan (tengah), didampingi Steering Committee Konferensi Joefly J Bahroeny (kanan), dan Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Mohamad Fadhil Hasan (kiri), menyampaikan tentang keamanan perkebunan kelapa sawit di perbatasan Indonesia dalam IPOC 2015 di Nusa Dua, Bali, 26 November 2015. Konferensi ini juga membahas berbagai tantangan ke depan dalam industri minyak sawit. ANTARA/Nyoman Budhiana

    Menko Polhukam, Luhut B Panjaitan (tengah), didampingi Steering Committee Konferensi Joefly J Bahroeny (kanan), dan Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Mohamad Fadhil Hasan (kiri), menyampaikan tentang keamanan perkebunan kelapa sawit di perbatasan Indonesia dalam IPOC 2015 di Nusa Dua, Bali, 26 November 2015. Konferensi ini juga membahas berbagai tantangan ke depan dalam industri minyak sawit. ANTARA/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) Bayu Krisnamurthi mengatakan bahwa program biodiesel dinilai mampu menciptakan pasar baru sekaligus meningkatkan permintaan minyak kelapa sawit (CPO).

    "Kebijakan program B20 telah menciptakan pasar baru sehingga secara langsung atau tidak langsung telah meningkatkan harga CPO pada periode hingga Oktober 2016," kata Bayu, pada diskusi panel pada Konferensi Minyak Kelapa Sawit Indonesia, di Nusa Dua Bali, Jumat, 25 November 2016.

    Potensi kenaikan kebutuhan minyak kelapa sawit dari program biodiesel diharapkan mampu mendongkrak bukan hanya harga CPO. Namun, juga berpengaruh pada harga tandan buah segar dan sekaligus tantangan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan produktivitas guna memenuhi peningkatan kebutuhan dari sektor energi tersebut.

    Tercatat, hingga periode Oktober 2016, telah diproduksi biodiesel sebesar 1.2 juta kiloliter atau setara dengan 21 persen dari total konsumsi diesel nasional. Sejak dimulainya penyerapan biodiesel pada Agustus 2015, harga CPO mengalami kenaikan cukup signifikan.

    Terlihat dari perbandingan harga rata-rata CPO per Oktober tahun ini sebesar 781 dolar Amerika Serikat (AS) per ton, yang meningkat dibanding periode yang sama tahun 2015 530 dolar AS per ton.

    Selain penyerapan CPO untuk biodiesel program nasional mandatory B20, juga terbuka peluang peningkatan pasar ekspor pada 2017. The Solvent Extractors Association of India B.V. Metha menyatakan, pertumbuhan konsumsi India menjadikan negara tersebut menjadi salah satu negara potensial sebagai importir minyak sawit.

    "Sebagian besar penduduk India merupakan konsumen terbesar dan sering memanfaatkan minyak sawit sebagai bahan masakan dicampur dengan minyak nabati lainnya," kata Metha.

    Meski tingkat konsumsi minyak sawit masyarakat India masih rendah, peluang daya serap minyak sawit masih sangat terbuka. Mengingat masyarakat India memiliki karakteristik yang elastis terhadap konsumsi minyak nabati.

    Rata-rata pertumbuhan produk domestik bruto di India pada tahun 2015 adalah sebesar 6,8 persen. Sementara proyeksi pada tahun mendatang adalah sebsar 7,8 persen. Adapun diproyeksikan permintaan minyak kelapa sawit di India diperkirakan masih akan terus tumbuh sekitar 4-5 persen hingga 2025.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.