Produksi Susu di Indonesia Masih Rendah, Ini Penyebabnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi perternakan sapi Greenfields di Kabupaten Malang Jawa Timur, Rabu, 24 November 2016. Odelia/Tempo

    Kondisi perternakan sapi Greenfields di Kabupaten Malang Jawa Timur, Rabu, 24 November 2016. Odelia/Tempo

    TEMPO.COJakarta - Hingga saat ini, produksi susu segar peternakan sapi di Indonesia masih rendah. Country Head of Marketing and Sales Indonesia PT Aust Asia Food Syahbantha Sembiring mengatakan saat ini peternakan di Tanah Air cuma bisa menghasilkan sekitar 800 liter susu segar per hari. 

    "Kebutuhan lainnya kita masih impor," kata Syahbantha di Malang, Jawa Timur, Kamis, 24 November 2016.

    Syahbantha menjelaskan, rendahnya produksi susu segar itu antara lain disebabkan oleh rendahnya harga jual susu. Harga susu di Indonesia lebih rendah dibanding harga susu di negara tetangga. 

    "Harga tersebut dianggap tidak sebanding dengan ongkos produksinya," kata Syahbantha. "Sulit, karena tidak mudah membuat susu murni berkualitas." 

    Hasil yang tak menjanjikan itu membuat banyak peternak memilih mencari pekerjaan lain yang lebih menguntungkan. Apalagi ditambah dengan tingkat konsumsi susu di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara lain.

    Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, konsumsi susu di Indonesia pada 2015 hanya 12,1 liter per kapita per tahun. Jumlah ini ternyata masih tertinggal dengan tingkat konsumsi negara tetangga, seperti India sebanyak 48,62 liter per kapita per tahun, Singapura 44,5 liter per kapita per tahun, dan Malaysia 36,2 liter per kapita per tahun.

    Salah satu usaha untuk meningkatkan produksi susu adalah dengan mengembangkan peternakan sapi. Saat ini, peternakan dan pabrik susu sapi terintegrasi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, menjadi salah satu penghasil susu untuk memenuhi konsumsi susu di Indonesia. 

    "Kami dengan label Greenfields membuat sistem integrated farming agar dapat mengontrol peternakan sampai menjadi susu. Dari hulu ke hilir," ujar Syahbantha.

    Syahbantha mengatakan, dari sekitar 4,2 juta ton per tahun susu yang dihasilkan Indonesia, Greenfields mampu menyumbang kebutuhannya sekitar dua sampai tiga persen. "Jadi, misal kami menghasilkan 100 ribu ton per hari, 80 ribu ton untuk Indonesia, selebihnya kami ekspor," katanya. 

    Negara tujuan ekspor mereka antara lain Malaysia, Singapura, dan Hong Kong. "Jadi susu ini asli produk Indonesia," katanya.

    ODELIA SINAGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.