Temuan Solar Bercampur Air, ESDM: Tunggu Proses Hukum

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Truk tangki solar yang disegel di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Jalan Juanda, Sukmajaya, Depok, 15 November 2016. TEMPO/Subekti.

    Truk tangki solar yang disegel di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Jalan Juanda, Sukmajaya, Depok, 15 November 2016. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rida Mulyana mengatakan, penyelidikan terhadap solar bercampur air sudah ditemukan hasilnya. Namun, pihaknya belum mau membuka hasil temuan penyelidikan.

    "Ini kan sudah masuk ranah hukum, untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan, kita tunggu saja Kepolisian untuk membuka hasil temuan penyelidikan itu," kata Mulyana di Gedung EBTKE ESDM, Jalan Pegangsaan Timur Nomor 1, Menteng, RT 001 RW 001, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 25 November 2016.

    Mulyana menyebutkan, tim investigasi yang dibentuk oleh Kementerian ESDM  sudah mengantongi data tersebut. Pembuktian itu diserahkan kepada Kepolosian. agar bisa mengambil jalur hukum. "Kita juga punya sampel, dari penyelidikan bersama," katanya.

    Mulyana menambahkan sampel yang ditemukan oleh tim penyidik dari ESDM sudah diminta oleh Kepolisian untuk mencocokkan temuan tersebut. Permintaan untuk mengespos temuan itu sudah dsampaikan kepada pihak penyidik dari Kepolisian. "Kalau kita sendiri, yang mempublikasikan rasanya tidak etis saja."

    Baca Juga: Solar Bercampur Air Tersebar di 36 Pompa Bensin

    Kepada Tempo, Mulyana menuturkan, agar Kepolisian  bisa secepatnya membuka hasil temuan itu. Proses penyilidikan yang berjalan sejak 15 November itu, masih menunggu hasil dari  Kepolisian. "Kita berharap sih, bisa cepat keluar hasilnya."

    Menurut Mulyana, pihaknya langsung merespon temuan solar bercampur air pada 12 November lalu. Tiga hari setelah peristiwa itu, langsung dilakukan  penyelidikan

    Seperti diberitakan sebelumnya Pada Jumat malam, 11 November 2016, ratusan kendaraan mogok setelah mengisi solar di SPBU di Pertamina di Plumpang dan Depok. Setelah diperiksa, rupanya solar yang dibeli konsumen tercemar air.

    Sebelumnya Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang mengatakan solar yang bercampur air tersebar di 36 pompa bensin. Angka ini berdasarkan data yang diperoleh Pertamina hingga Sabtu, 12 November 2016.

    Baca: Solar Bercampur Air, SPBU di Depok Ini Ditutup Sementara

    Menurut Bambang, jika per stasiun terdapat 8 kiloliter solar, solar yang sudah tercampur air mencapai 288 kl. Adapun Pertamina menduga ada sekitar 3.500 kl biodiesel dari kapal pemasok yang bercampur dengan air.

    Pertamina mengaku sudah menarik solar campuran tersebut dari peredaran sejak Minggu lalu. Perusahaan terpaksa memasok solar tanpa campuran biodiesel hingga hari ini.

    Bambang belum memastikan kapan penguraian air dalam biodiesel bisa dimulai. "Ini (depot Plumpang) masih dalam penyelidikan Polisi," ujar Bambang saat dihubungi, Rabu, 16 November 2016.

    IHSAN RELIUBUN|SETIAWAN ADIWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?