BNI Targetkan Himpun Dana Repatriasi Rp10 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menata uang yang baru masuk di cash center Bank BNI, Jakarta, 17 Desember 2015. Total volume transaksi mencapai lebih dari 172 T rupiah. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas menata uang yang baru masuk di cash center Bank BNI, Jakarta, 17 Desember 2015. Total volume transaksi mencapai lebih dari 172 T rupiah. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. mengharapkan dana repatriasi dari program pengampunan pajak (tax amnesty) hingga periode berakhir atau Maret 2017 sebesar Rp10 triliun.

    Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengatakan saat ini dana repatriasi yang masuk melalui BNI memang belum terlalu tinggi. Saat ini, dana repatriasi yang masuk melalui BNI baru mendekati Rp3 triliun.

    “Kami berharap akan naik terus hingga periode berakhir [Maret 2017],” ujarnya di sela CEO Forum 2016 di Jakarta, Kamis (24 November 2016).

    Sejalan dengan repatriasi, Baiquni mengatakan dana tebusan tax amnesty yang masuk melalui BNI pun terus berjalan. Saat ini, dana tebusan yang sudah masuk melalui BNI mencapai Rp8 triliun.

    Sementara itu, untuk mencapai nilai yang diharapkan, Baiquni mengatakan pihaknya terus aktif mendatangi para wajib pajak serta mensosialisasikan produk-produk investasi dan perbankan yang ditawarkan BNI.

    Adapun beberapa produk yang ditawarkan BNI adalah tresuri dan wealth management. Melalui produk tresuri, nasabah atau wajib pajak dapat memilih berbagai produk, seperti Deposit on Call (DOC), Money Market Account, atau Institutional Bond.

    Selain itu, BNI pun membuka seluruh outlet yang berjumlah lebih dari 1.800 di seluruh Indonesia untuk menerima pembayaran uang tebusan, menampung dana repatriasi, serta menginvestasikannya. Peluang wajib pajak yang belum memanfaatkan tax amnesty pun tetap terbuka untuk periode kedua dan ketiga.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.