Pelabuhan Tanjung Perak Datangkan Dua Alat Bongkar Muat HPC

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Truk pengangkut peti kemas melintas di dekat container crane baru di Terminal Nilam, Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, 30 September 2015. PT Pelindo III menambah dua unit cointainer crane  guna mempercepat waktu bongkar muat (Dweiling Time) di pelabuhan tersebut. ANTARA/Siswowidodo

    Truk pengangkut peti kemas melintas di dekat container crane baru di Terminal Nilam, Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, 30 September 2015. PT Pelindo III menambah dua unit cointainer crane guna mempercepat waktu bongkar muat (Dweiling Time) di pelabuhan tersebut. ANTARA/Siswowidodo

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah kedatangan satu alat bongkar muat berjenis Harbour Mobile Crane (HMC) pada pertengahan tahun lalu, Pelabuhan Tanjung Perak kembali kedatangan 2 Harbour Portal Crane (HPC) bulan ini.

    Kedua HPC yang  masing-masing memiliki kapasitas angkat hingga 120 ton ini tergolong ramah lingkungan karena digerakan dengan tenaga listrik. Rencananya, kedua HPC ini akan menambah kekuatan sembilan alat bongkar muat yang sudah ada di Terminal Jamrud sebelumnya.

    ’’Jadi kami kini memiliki sebelas alat bongkar muat di Terminal Jamrud,’’ kata General Manager Pelindo III Pelabuhan Tanjung Perak Joko Noerhudha, dalam siaran pers, Kamis (24 November 2016).

    Alat bongkar muat asal  Italia ini tiba di Pelabuhan Tanjung Perak pada 18 November 2016 dengan menggunakan Kapal MV Baltic Winter dan bersandar di Terminal Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak.

    ’’Ini adalah upaya kami untuk meningkatkan produktivitas bongkar muat di pelabuhan Tanjung Perak sehingga biaya logistik dapat diminimalisir,’’ kata Joko.

    Keunggulan dari HPC ini adalah memiliki mesin berjenis hybrid. Artinya, dapat digerakan dengan tenaga listrik maupun Bahan Bakar Minyak (BBM) sehingga bisa mengurangi polusi udara di Pelabuhan.

    ’’Utamanya adalah menggunakan listrik.Sedangkan, BBM hanya untuk cadangan,’’ kata Kepala Humas Pelindo III Pelabuhan Tanjung Perak, Oscar Yogi Yustiano.

    Selain itu, struktur HPC memungkinkan untuk kendaraan angkut seperti truk lewat tepat di bawah HPC. Hal ini dapat menghemat tempat bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak. ’’Kalau alat  bongkar muat lainnya seperti HMC, truk harus lewat disampingnya,’’ jelasnya.

    Alat bongkar muat yang masing-masing memiliki bobot sekitar 400 ton ini diharapkan dapat mendukung pelayanan di Terminal Jamrud Pelabuhan Tanjung Perak, yakni bongkar muat untuk barang yang meliputi curah kering, general cargo dan bag kargo.

    Hal ini diperlukan karena arus barang di Pelabuhan Tanjung Perak yang terus meningkat. ’’Alat ini memiliki jangkauan hingga 51 meter sehingga dapat mengakomodir kapal-kapal yang memiliki kapasitas besar,’’ terangnya. 

    Sekadar catatan, arus barang (curah kering, curah cair, general cargo dan bag cargo) pada triwulan ketiga 2016 di Pelabuhan Tanjung Perak mengalami kenaikan mencapai 4% atau mencapai 10.891.611 T/M3 apabila dibandingkan triwulan ketiga 2015 mencapai 10.454.209 T/M3.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Obat Sakit Perut Alami

    Berikut bahan alami yang kamu perlukan untuk membuat obat sakit perut alami di rumah.