IHSG Turun 104,37 Poin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelaku pasar asing yang kembali melakukan aksi beli saham menjadi salah satu faktor yang menopang laju IHSG. Data perdagangan efek di BEI tercatat, pelaku pasar saham asing membukukan aksi beli bersih sebesar Rp747,60 miliar pada akhir pekan ini. TEMPO/Tony Hartawan

    Pelaku pasar asing yang kembali melakukan aksi beli saham menjadi salah satu faktor yang menopang laju IHSG. Data perdagangan efek di BEI tercatat, pelaku pasar saham asing membukukan aksi beli bersih sebesar Rp747,60 miliar pada akhir pekan ini. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 24 November 2016 ditutup turun sebesar 104,37 poin mendapat sentimen negatif dari rupiah dan potensi kenaikan suku bunga di Amerika Serikat.

    IHSG BEI ditutup melemah 104,37 poin atau 2,00 persen menjadi 5.107,62. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 21,73 poin (2,48 persen) menjadi 851,48.

    "Nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS dan kekhawatiran pasar terhadap percepatan kenaikan suku bunga di Amerika Serikat berdampak negatif pada pasar saham di negara berkembang, termasuk IHSG," kata Analis Reliance Securities Lanjar Nafi di Jakarta, Kamis, 24 November 2016.

    Lanjar menambahkan bahwa seluruh saham mengalami pelemahan dipimpin oleh sektor aneka industri. Sementara pelaku pasar asing juga masih mengambil posisi lepas saham.

    Berdasarkan data BEI, pelaku pasar asing membukukan jual bersih atau foreign net sell sebesar Rp 406,02 miliar pada Kamis ini.

    Secara teknikal, ia mengatakan bahwa indikator stochastic berada pada posisi overbought dengan signal negatif. Sehingga diperkirakan IHSG masih akan mengalami tekanan pada perdagangan selanjutnya, Jumat, 25 November 2016, dengan proyeksi bergerak di kisaran 5.065-5.175 poin.

    Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo, menambahkan bahwa kondisi politik di dalam negeri yang belum stabil menambah sentimen negatif bagi pasar saham domestik.

    "Diharapkan pemerintah dapat menjaga kondisi politik di Indonesia menjadi kondusif," katanya.

    Tercatat frekuensi perdagangan saham di pasar reguler BEI mencapai 315.332 kali transaksi dengan total jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 13,872 miliar lembar saham senilai Rp8,523 triliun.

    Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng melemah 49,36 poin (0,22 persen) ke level 22.627,33, indeks Nikkei naik 170,47 poin (0,94 persen) ke level 18.333,41, dan Straits Times menguat 4,03 poin (0,14 persen) posisi 2.843,72.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.