Mantapkan Iklim Investasi, Seratus CEO Gelar Forum Diskusi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berbicara dalam sosialisasi  tax amnesty atau pengampunan pajak di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 1 Agustus 2016. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi berbicara dalam sosialisasi tax amnesty atau pengampunan pajak di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 1 Agustus 2016. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.COJakarta - Sekitar seratus pemimpin perusahaan dan CEO terkemuka yang tergabung dalam Indeks Kompas 100 Bursa Efek Indonesia menggelar forum diskusi untuk memantapkan iklim investasi 2017.

    Dalam acara yang digelar di Jakarta Convention Center ini, para CEO saling berbagi pengalaman bagaimana Paket Kebijakan Ekonomi yang sudah mencapai 14 seri itu dapat berjalan efektif. Sebagai penyelenggara acara, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Achmad Baiquni menuturkan, setiap tahun, pihaknya selalu mengundang narasumber yang relevan dan kompeten pada bidangnya untuk bersama-sama membahas isu penting serta mencari solusi untuk permasalahan yang ada.

    "Kebanggaan besar bagi kami karena Presiden akan hadir menjelang sesi 2 nanti," katanya saat memberikan sambutan di Ruang Cendrawasih, Jakarta Convention Center, Kamis, 24 November 2016.

    Baiquni menambahkan, perekonomian Indonesia pada 2016 telah menunjukkan perbaikan. Melalui berbagai kebijakan ekonomi dari 14 paket yang diluncurkan pemerintah, sudah memperkuat fondasi nasional.

    Baca: Setelah Google, Ditjen Pajak Incar Facebook  

    "Pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh 5,02 persen di kuartal 3. Kondisi ini relatif membaik dibandingkan 2015, yakni 4,79 persen. Ini patut diapresiasi. Di antara negara-negara G20, Indonesia tercatat sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar ketiga setelah Cina dan India," ujar Baiquni.

    Menurut Baiquni, meski kalah oleh Cina dan India, pertumbuhan Indonesia lebih baik dibandingkan negara ASEAN lainnya, seperti Filipina. Padahal dua negara ini memiliki struktur ekonomi, kedekatan geografis, dan kemiripan budaya dengan Indonesia.

    "Karena itu, pentingnya iklim investasi yang sehat merupakan keharusan, terutama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Ini karena investasi, terutama di riil, memiliki korelasi sangat positif pada pertumbuhan ekonomi," ucap Baiquni.

    Rencananya, forum diskusi ini dijadwalkan akan dihadiri Presiden Joko Widodo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono.

    Baca: Sri Mulyani: Waspadai Dua Hal Ini Tahun Depan

    Dalam acara ini, para peserta dapat berdialog langsung dengan Presiden Joko Widodo, juga para menteri kabinet serta pimpinan lembaga dan badan usaha milik negara. "Presiden Joko Widodo akan memaparkan program ekonomi pada 2017," kata Baiquni.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.