Sri Mulyani: Waspadai Dua Hal Ini Tahun Depan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pencapaian realisasi dan evaluasi program pengampunan pajak periode pertama di Kementerian Keuangan, Jakarta, 14 Oktober 2016. Periode I program pengampunan pajak harta terdeklarasi mencapai Rp3.826,81 triliun. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pencapaian realisasi dan evaluasi program pengampunan pajak periode pertama di Kementerian Keuangan, Jakarta, 14 Oktober 2016. Periode I program pengampunan pajak harta terdeklarasi mencapai Rp3.826,81 triliun. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan perekonomian dunia masih lemah dan penuh ketidakpastian. Ia menilai ada dua hal yang perlu diwaspadai pada 2017.

    "Pertama, perdagangan internasional yang lebih lemah dibandingkan ekonomi dunia dalam 10 tahun terakhir," kata Sri Mulyani, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu, 23 November 2016. Sebelumnya, Sri Mulyani menjelaskan, pertumbuhan ekonomi justru disetir oleh perdagangan internasional.

    Sri mengatakan perdagangan global hanya tumbuh 1,5 persen sampai 2 persen. Ia  memprediksi ekspor dan impor Indonesia tahun depan masih lemah. "Pertumbuhannya masing-masing diperkirakan sekitar 0,2 persen dan 0,7 persen," katanya.

    Rendahnya perdagangan global, kata Sri Mulyani, mengakibatkan negara penghasil komoditas tumbuh negatif, bahkan di kuartal III 2016. Tantangan lainnya ialah perlambatan ekonomi Cina. Pertumbuhan ekonomi Cina turun dari 6,9 persen menjadi 6,7 persen.

    Meski banyak yang perlu diwaspadai, Sri Mulyani mengatakan pemerintah tidak menyerah. Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan kondisi tersebut sebagai tantangan.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.