RI Tawarkan Revitalisasi Jalur KA Jakarta-Surabaya ke Jepang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jalur perlintasan rel ganda di Stasiun Kereta Api Cigombong, Bogor, 4 Juli 2015. Stasiun yang memiliki pemandangan indah Gunung Salak ini termasuk ke dalam Daerah Operasi I Jakarta. Mundri Winanto

    Jalur perlintasan rel ganda di Stasiun Kereta Api Cigombong, Bogor, 4 Juli 2015. Stasiun yang memiliki pemandangan indah Gunung Salak ini termasuk ke dalam Daerah Operasi I Jakarta. Mundri Winanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan siapkan dokumen revitalisasi jalur kereta api utara Pulau Jawa lintas Jakarta-Surabaya untuk ditawarkan ke Jepang dalam waktu dekat.

    Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Prasetyo Boeditjahjono mengatakan Kementerian Perhubungan saat ini sedang menyusun dokumen revitalisasi jalur kereta api utara Pulau Jawa lintas Jakarta-Surabaya.

    Dokumen tersebut, paparnya, akan dibawa oleh Kementerian Kordinator Maritim Luhut B. Pandjaitan ketika akan pergi ke Jepang.

    “[Bahan] Selesai pada Desember, sekitar awal atau pertengahan,” kata Prasetyo, Jakarta, Rabu (23 November 2016).

    Dia mengatakan nantinya dokumen-dokumen tersebut berisi mengenai berapa banyak lengkung kecil yang harus diubah, jumlah perlintasan sebidang yang harus ditutup, dan total biaya yang akan dikeluarkan untuk melakukan revitalisasi.

    Kementerian Perhubungan, paparnya, masih membahas apa saja yang harus dilakukan agar kecepatan kereta di jalur utara Pulau Jawa lintas Jakarta-Surabaya bisa mencapai rata-rata 150 kilometer per jam.

    Dia mengatakan pemerintah menargetkan kereta api di jalur utara Pulau Jawa lintas Jakarta-Surabaya memiliki kecepatan rata-rata 150 kilometer per jam agar waktu tempuh dari Jakarta menuju Surabaya bisa ditempuh kurang dari enam jam.

    Dengan waktu tempuh kurang dari enam jam, paparnya, kereta api di jalur utara Pulau Jawa lintas Jakarta-Surabaya dapat bersaing dengan moda transportasi pesawat. Dia mengatakan masyarakat akan berpindah dari pesawat ke kereta api jika memiliki kecepatan rata-rata 150 kilometer per jam.

    Sebelumnya, Prasetyo mengatakan jalur utara Pulau Jawa lintas Jakarta-Surabaya merupakan jalur “gemuk” penumpang.

    Dia mengungkapkan potensi kereta api dengan kecepatan rata-rata 150 kilometer per jam cukup bagus mengingat tingkat keterisian (okupansi) KA Argo Bromo dengan tarif Rp400.000-Rp500.000 mencapai 70%-80%.

    Pada akhir Minggu, dia mengatakan tingkat okupansi KA Argo Bromo tersebut bahkan bisa mencapai 100%. Oleh karena itu, dia meyakini banyak pihak yang tertarik untuk merevitalisasi lintas Jakarta-Surabaya.

    Dia mengungkapkan Kemenhub menawarkan revitalisasi jalur utara Pulau Jawa lintas Jakarta-Surabaya kepada semua investor, termasuk Jepang. “Tidak ada utama-utama [investor]. Yang penting ditawarkan. Banyak yang mau karena jalur gemuk,” katanya

    Untuk sekedar diketahui, dalam presentasi Kementerian Perhubungan yang dilihat Bisnis beberapa waktu lalu, Kementerian Perhubungan memperkirakan kebutuhan awal pembiayaan revitalisasi jalur utara Pulau Jawa Jakarta-Surabaya sebesar Rp102,37 triliun.

    Dari perkiraaan awal pembiayaan tersebut, pembangunan perlintasan sebidang memiliki porsi terbesar dengan total Rp79,09 triliun. Sementara elektrifikasi jalur kereta api mencapai total Rp14,22 triliun.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.