Triwulan III/2016 Arus Kapal Tanjung Perak Naik 11 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mempersiapkan pengoperasian container crane baru di Terminal Nilam, Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, 30 September 2015. PT Pelindo III menambah dua unit cointainer crane  guna mempercepat waktu bongkar muat (Dweiling Time) di pelabuhan tersebut. ANTARA/Prasetia Fauzani

    Pekerja mempersiapkan pengoperasian container crane baru di Terminal Nilam, Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, 30 September 2015. PT Pelindo III menambah dua unit cointainer crane guna mempercepat waktu bongkar muat (Dweiling Time) di pelabuhan tersebut. ANTARA/Prasetia Fauzani

    TEMPO.CO, Jakarta - Arus Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak pada triwulan ketiga 2016 mengalami kenaikan hingga 11% menjadi 10.609 unit dibandingkan pada triwulan ketiga 2015 yang hanya 9.500 unit.

    General Manager Pelindo III Pelabuhan Tanjung Perak Joko Noerhudha mengatakan kenaikan arus kapal di Pelabuhan Tanjung Perak salah satunya dikarenakan meningkatnya permintaan barang di Surabaya dan Jawa Timur, baik barang domestik maupun internasional.

    "Apabila permintaan akan barang meningkat otomatis angkutan kapal akan semakin bertambah,’’ ujarnya, Rabu (23 November 2016).

    Trend positif ini, kata Joko, tidak lepas dari upaya Pelindo III untuk melakukan pembenahan diantaranya melakukan revitalisasi Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) dengan memperdalam alur dari -9.5 meter LWS menjadi -13 meter LWS, kemudian memperlebar alur dari 100 meter menjadi 150 meter.

    Dia menambahkan tujuannya agar kapasitas kapal yang masuk pelabuhan Tanjung Perak semakin besar dan biaya logistik dapat diminimalisir.

    Selain itu, Pelindo III Pelabuhan Tanjung Perak telah mempersiapkan berbagai fasilitas pelabuhan diantaranya seperti dermaga, lapangan penumpukan, gudang hingga alat bongkar muat. ’’Alat bongkar muat pun kami genjot produktifitasnya,’’ katanya.

    Kenaikan arus kapal ini diikuti dengan kenaikan arus barang (curah kering, curah cair, general cargo dan bag cargo) yakni mencapai empat persen apabila dibandingkan triwulan ketiga 2015.

    Arus barang pada triwulan ketiga 2016 mencapai 10.891.611 T/M3. Sedangkan, pada triwulan ketiga 2015 mencapai 10.454.209 T/M3.’’Ada kenaikan meski tipis,’’ kata Kepala Humas Pelindo III Pelabuhan Tanjung Perak, Oscar Yogi Yustiano.

    Hal yang sama juga terjadi pada arus petikemas (diluar Terminal Petikemas Surabaya, BJTI Port dan Terminal Teluk Lamong) dan hewan di Pelabuhan Tanjung Perak yang juga mengalami kenaikan masing-masing sekitar 7% dan 33%.

    Arus peti kemas pada triwulan ketiga 2016 mencapai 441.936 TEUS. Sedangkan, pada triwulan ketiga 2015 mencapai 413.559 TEUS.

    Kemudian, kenaikan arus hewan hingga triwulan ketiga 2016 mencapai 33%, yakni 25.542 ekor, apabila dibandingkan triwulan ketiga 2015 yang hanya mencapai 19.242 ekor. Namun demikian, kenaikan arus kapal, barang, petikemas dan hewan tidak diikuti arus penumpang. ’’Arus penumpang justru turun sekitar 19%,’’ ujarnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?