Pemerintah Siapkan 4 Holding BUMN Baru Tahun Depan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Medan Merdeka Selatan. Jakarta, 2 Oktober 2010. Dok.TEMPO/ JACKY RACHMANSYAH.

    Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Medan Merdeka Selatan. Jakarta, 2 Oktober 2010. Dok.TEMPO/ JACKY RACHMANSYAH.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian BUMN menyiapkan pembentukan 4 holding BUMN baru yang terdiri dari sektor farmasi, perkapalan dan industri strategis, asuransi dan maritim pada 2017.

    Dengan demikian, jumlah holding yang akan dibentuk oleh Kementerian BUMN sebanyak 10 sektor dimana 6 holding di antaranya dalam proses pembentukan yang terdiri dari sektor minyak dan gas, tambang, jalan tol dan konstruksi, bank, perumahan dan pangan.

    Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengatakan pemerintah tengah menyiapkan konsep holding BUMN tersebut. “Saya selalu bilang 6 [holding] tahun ini, itu cuma masalah waktu saja, tahun depan 4 holding,” katanya, Rabu (23 November 2016).

    Sejauh ini belum dapat diketahui secara pasti BUMN mana saja yang akan bergabung dalam 4 holding baru tersebut pada 2017. Dalam sektor farmasi, BUMN yang memiliki kegiatan utama di bidang itu adalah PT Kimia Farma (Persero) Tbk., PT Indofarma (Persero) Tbk., dan PT Bio Farma (Persero).

    Selain itu, terdapat anak usaha BUMN yang bergerak di sektor farmasi yaitu PT Phapros Tbk., milik PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero). Isu mengenai konsolidasi BUMN farmasi telah muncul sejak beberapa waktu lalu namun belum terealisasi sampai saat ini.

    Sementara itu, BUMN yang bergerak di sektor perkapalan dan industri berat adalah PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero), PT Industri Kapal Indonesia (Persero), PT Pal Indonesia (Persero), PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero), PT Barata Indonesia (Persero).

    BUMN yang bergerak di sektor industry strategis antara lain PT Pindad (Persero), PT LEN Industri (Persero), PT Dahana (Persero), PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero), PT Industri Nuklir Indonesia (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero).

    Di samping itu, BUMN yang bergerak di sektor asuransi umum antara lain PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero), PT Jasa Raharja (Persero) serta PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero). Salah satu BUMN, PT Asuransi Jiwasraya (Persero), bergerak di sektor asuransi jiwa.

    Terakhir, BUMN yang bergerak di sektor maritim antara lain PT Pelindo I (Persero), PT Pelindo II (Persero), PT Pelindo III (Persero), PT Pelindo IV (Persero), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Djakarta Llyod, PT Pelni (Persero).

    Selain itu, PT Kawasan Industri Medan (Persero), PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero), PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero), PT Kawasan Industri Wijaya Kusuma (Persero), PT Kawasan Industri Makassar (Persero), PT Jakarta Industrial Estate Pulo Gadung (Persero).

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.