Pertamina Buka Peluang Kemitraan Pengelolaan Blok ONWJ  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Fanny Octavianus

    ANTARA/Fanny Octavianus

    TEMPO.COJakarta - PT Pertamina (Persero) tetap membuka peluang untuk bermitra dalam pengelolaan Blok Offshore North West Java. Peluang terbuka kendati pada kontrak baru yang berlaku 2017-2037 itu perseroan menguasai 100 persen saham partisipasinya.

    Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengatakan, dalam hal pengelolaan blok minyak dan gas bumi yang akan habis masa kontraknya, pihaknya tetap membuka peluang untuk menggandeng mitra. Asalkan dilakukan secara bisnis ke bisnis (business to business/B to B), dia menyebutkan baik kontraktor existing maupun kontraktor baru yang berminat bisa saja bergabung dalam pengelolaan blok tersebut.

    Sebelumnya, susunan kepemilikan saham partisipasi pada Blok ONWJ adalah PT Pertamina Hulu Energi ONWJ sebesar 73,5 persen, Energi Mega Persada ONWJ Limited—anak usaha Grup Bakrie 24 persen, dan KUFPEC Indonesia BV 2,5 persen. Dalam kontrak baru, PT PHE ONWJ menguasai 100 persen saham partisipasi. "Tentu semuanya harus dilakukan melalui mekanisme B to B dan mengacu kepada peraturan yang berlaku," ujar Syamsu saat dihubungi Bisnis, Rabu, 23 November 2016.

    Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral IGN Wiratmaja Puja mengatakan Menteri Energi Ignasius Jonan telah menandatangani keputusan perpanjangan kontrak atas blok yang berakhir pada Januari 2017 itu. Secara formal, Menteri Jonan, tutur Wirat, telah menugaskan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Bumi) untuk menindaklanjutinya. 

    Menurut Wirat, dengan penambahan saham partisipasi tersebut, kegiatan produksi seharusnya tak mengalami perubahan. Pasalnya, operator pada kontrak berikutnya tetap sama. Wirat pun menyebutkan, kendati Pertamina menguasai seluruh saham partisipasi, komitmen untuk melakukan investasi pada tiga tahun pertama tetap harus dilakukan. 

    Pada Peraturan Menteri Nomor 15 Tahun 2015 tentang Wilayah Kerja yang Akan Habis Masa Kontraknya, dalam hal Pertamina mendapat hak pengelolaan, ketentuan-ketentuan kontrak kerja sama tetap harus menguntungkan negara. Selain itu, pemegang saham mayoritas dilarang menjual saham partisipasinya secara mayoritas dan melakukan penawaran maksimal 10 persen kepada badan usaha milik daerah. "Operatornya kan masih Pertamina, berlanjut kan? Operatornya enggak berubah," kata Wirat. 

    Sebagai gambaran, produksi hingga Mei untuk minyak di Blok ONWJ mencapai 37.112 bph dan gas rata-rata 172,5 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd). Ditargetkan, pada 2017, produksi bisa naik menjadi 37.300 bph dari target tahun ini 37.300 bph melalui pengeboran enam sumur pengembangan dan 12 sumur kerja ulang atau work over.

    BISNIS.COM



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.