Rudiantara: Teknologi Informasi RI di Urutan Keempat ASEAN  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara membacakan puisi dalam Pesta Rakyat Hari Pahlawan yang digelar Tempo dan BI di Museum Bank Indonesia, Kamis, 10 November 2016. (Tempochannel.com)

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara membacakan puisi dalam Pesta Rakyat Hari Pahlawan yang digelar Tempo dan BI di Museum Bank Indonesia, Kamis, 10 November 2016. (Tempochannel.com)

    TEMPO.CO, Morotai – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan Indonesia berada pada nomor 4 dalam konteks teknologi informasi dan komunikasi di ASEAN. Indonesia, kata dia, harus berbenah jika tak ingin semakin tertinggal dari negara lain.

    “Karena negara lain, seperti Vietnam, terus membangun,” kata Rudiantara saat ditemui setlah melakukan groundbreaking proyek Palapa Ring paket tengah di Kelurahan Gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Selasa, 22 November 2016.

    Rudiantara menjelaskan, Indonesia berada di posisi keempat di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand. Salah satu penyebab ketertinggalannya adalah tidak adanya infrastruktur telekomunikasi yang dibangun, yang menghubungkan pelosok-pelosok Tanah Air.

    Hal inilah yang menjadi dasar pemerintah mencetuskan proyek Palapa Ring. Untuk proyek Palapa Ring paket tengah, setidaknya ada sejumlah daerah yang belum tersambung konektivitas ke mana-mana, seperti di Morotai dan Kepulauan Tidore.

    Rudiantara berkelakar, kalau dia datang ke daerah terpencil, orang akan banyak berterima kasih dibanding ketika dia datang ke kota-kota besar, karena orang akan banyak meminta akses yang lebih baik lagi. “Yang kecil seperti Morotai pun nantinya akan jadi besar, pasti akan meminta (lebih) lagi.”

    Saat ini, terdapat 514 kabupaten/kota yang belum terhubung akses Internet, sampai akhir 2019 hanya 57 kabupaten/kota yang sanggup dibangun oleh operator telekomunikasi. Sisa 57 kabupaten/kota lagi akan dibangun akses melalui Palapa Ring, ini ditambah dengan 28 kabupaten/kota yang akan diperkuat aksesnya.

    Mengenai hal itu, Rudiantara menyadari memang operator tak memiliki kewajiban membangun ke seluruh pelosok negeri. Terlebih, kata Rudi, pihak operator menganggap membangun di titik-titik di luar 57 kabupaten/kota yang mereka inginkan, tidak fisibel secara bisnis.

    DIKO OKTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.