Isu Rush Money, LPS Minta Penyebarannya Diusut Tuntas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) meminta kasus penyebaran isu ajakan penarikan uang massal (rush money) yang banyak beredar di media sosial diusut tuntas. 

    Sebelumnya, polisi menyampaikan ada sekitar 70 akun media sosial dari Facebook hingga Twitter yang tercatat menyebarluaskan isu rush money. Pihak kepolisian pun tengah menyelidiki para pelaku utama yang bertanggung jawab atas penyebaran isu itu.

    Baca: Menkeu: Isu Rush Money Sangat Mengganggu

    "Kami mendukung agar ke depan tidak mudah orang menyebar isu yang berpotensi meresahkan," ujar Sekretaris Lembaga LPS Samsu Adi Nugroho saat dihubungi Tempo, Selasa, 22 November 2016.

    Samsu berujar, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menjalankan aktivitas atau transaksi di perbankan seperti biasa. Dia menegaskan kondisi perbankan Indonesia juga tumbuh baik dan sehat. 

    "Overall perbankan kita oke, rasio kecukupan modal (CAR)-nya masih tinggi," ujar Samsu. "CAR perbankan kita di 20 persen atau salah satu yang tertinggi di dunia. Lalu rasio kredit macet (NPL) kita sekitar 3 persen, yang kelihatannya akan stabil dan cenderung turun." 

    Simak lainnya: Sri Mulyani Dukung Langkah KPK Tangkap Pegawai Pajak

    Meskipun demikian, menurut Samsu, masih ada sejumlah faktor pelemahan yang perlu diwaspadai terkait dengan kondisi perekonomian global. Berdasarkan catatan LPS, hingga September 2016, jumlah total simpanan di perbankan Indonesia mencapai Rp 4.700 triliun. Jumlah itu, kata Samsu, masih mengalami pertumbuhan sekitar 5-6 persen per tahun.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.