BPJT Tawarkan Lima Proyek Tol Tahun Depan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memantau kondisi Tol Cipali dari ruang Traffic Management Centre (TMC) di kantor Operasional PT Lintas Marga Sedaya, Subang, Jawa Barat, 14 Desember 2015. Polda Jabar bekerjasama dengan PT Lintas Marga Sedaya (LMS), selaku pengelola jalan tol Cipali, memasang alat pemeriksa kecepatan atau speed gun yang dapat mendeteksi laju kendaraan ketika melintas di ruas tol terpanjang di Indonesia tersebut. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Petugas memantau kondisi Tol Cipali dari ruang Traffic Management Centre (TMC) di kantor Operasional PT Lintas Marga Sedaya, Subang, Jawa Barat, 14 Desember 2015. Polda Jabar bekerjasama dengan PT Lintas Marga Sedaya (LMS), selaku pengelola jalan tol Cipali, memasang alat pemeriksa kecepatan atau speed gun yang dapat mendeteksi laju kendaraan ketika melintas di ruas tol terpanjang di Indonesia tersebut. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT)  menawarkan lima ruas tol baru dengan nilai investasi mencapai lebih dari Rp 53 triliun kepada swasta melalui mekanisme pelelangan tahun depan.

    Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT)  Herry Trisaputra Zuna mengatakan selain dua proyek ruas tol yang dipresentasikan dalam ASEAN G2B Infrastructure Investment Forum, yakni Sukabumi—Ciranjang—Padalarang serta tol Jogja Bawen, juga terdapat tiga ruas lain milik prakarsa yang potensial.

    Tiga ruas prakarsa itu diantaranya ruas Bojong Gede—Ciawi yang diprakarsai oleh Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP). Jalan tol itu merupakan bagian JORR dua yang akan terkoneksi ke wilayah Bogor.

    Selanjutnya dua ruas lainnya diprakarsai pengembang properti yakni ruas  Semanan—Balaraja sepanjang 31,7 km dengan nilai investasi Rp 11,31 triliun yang diusulkan oleh Grup Alam Sutera, sementara yang ruas Kamal-Teluknaga-Balaraja sepanjang 48,3 km dengan nilai investasi Rp18 triliun diusulkan oleh Salim Group dan Agung Sedayu Group.

    Rencananya ruas tol Semanan—Balaraja akan terhubung dengan ruas Serpong—Balaraja yang nantinya juga akan terhubung dengan enam ruas tol dalam kota DKI Jakarta. Sementara Kamal-Teluknaga-Balaraja akan terhubung dengan tol Sedyatmo ke Bandara Soekarno Hatta untuk meningkatkan potensi kawasan di wilayah utara Provinsi Banten. 

    “Ruas-ruas prakarsa itu ada yang tanahnya bagus akan kami dorong juga tahun depan. Semuanya mendesak untuk dilelang” kata Herry akhir pekan lalu. 

    Sejauh ini tiga ruas usulan prakarsa itu memang belum disetujui pemrakarsanya, akan tetapi dari sisi kelayakan, dia menilai, proyek tersebut layak secara finansial termasuk lalu lintas harian. “Kalau ramainya cukup ya, lingkungan Jabodetabek kita masih membutuhkan banyak jaringan jalan,” ujar Herry.

    Herry melanjutkan terkait proyek Tol Yogyakarta—Bawen desain ruas itu telah lama dibuat, sehingga perlu dilakukannya tinjauan kembali untuk dipersiapkan dalam tender proyek selanjutnya. “Kalau kita review dokumen  2017, maka lelang akhir tahun 2017Selama ini kan hanya masuk list, kami persiapkan agar tak hanya jadi list saja,” katanya.

    Dengan lelang yang akan dilakukan akhir tahun, maka konstruksi proyek diperkirakan akan dilakukan pada pertengahan 2018. Herry menyatakan dengan pengadaan lahan untuk proyek ini belum dilakukan, maka kemungkinan pelelangan akan dilakukan seperti ruas Serang—Panimbang.

    "Karena tanahnya kan kita belum punya. Jadi kayak model Serang-Panimbang jadinya. Cari badan usaha sambil bebasin lahannya. Yang namanya prioritas masa nggak ada insentifnya. Kita cari cara bagaimana cari badan usahanya," jelasnya.

    Adapun nilai investasi ruas tol Bawen-Jogja ini diperkirakan mencapai Rp 10,72 triliun. Ruas ini nantinya akan terkoneksi dengan ruas Semarang—Solo pada seksi Bawen. Herrry menegaskan ruas ini akan berbeda dengan ruas Jogja –Solo yang direncanakan tersambung dengan ruas Cileunyi--Garut—Tasikmalaya yang diparakarsai investor Malaysia dan PT Jasa Marga Tbk. Ruas ini juga difokuskan untuk mendukung akses menuju kawasan pariwisata Borobudur.

    Sementara untuk Sukabumi—Ciranjang—Padalarang juga disiapkan dokumen kelengkapannya agar bisa dimulai lelangnya pada 2017. Pasalnya wilayah tersebut juga terhambat pengembangannya karena akses yang belum maksimal.

    Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang, akan tersambung dengan tol Jagorawi dari Jakarta ke Sukabumi yang sedang dibangun. Sehingga nantinya Jakarta-Bandung akan terhubung tol Cikampek dan Cipularang.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.