Sri Mulyani Soal Rush Money: Orang Miskin Paling Dirugikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pencapaian realisasi dan evaluasi program pengampunan pajak periode pertama di Kementerian Keuangan, Jakarta, 14 Oktober 2016. Periode I program pengampunan pajak harta terdeklarasi mencapai Rp3.826,81 triliun. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pencapaian realisasi dan evaluasi program pengampunan pajak periode pertama di Kementerian Keuangan, Jakarta, 14 Oktober 2016. Periode I program pengampunan pajak harta terdeklarasi mencapai Rp3.826,81 triliun. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap pelaku yang menghasut masyarakat untuk menarik uang di bank pada 25 November 2016 (rush money) ditindak tegas. "Mereka melakukan ancaman terhadap kepentingan masyarakat bersama,” kata dia di JS Luwansa, Jakarta, Senin, 21 November 2016.

    Sri mengatakan rush money bisa membuat situasi perekonomian memburuk. "Sekali lagi, kalau situasi tidak baik terjadi, yang paling merugi dan paling terkena dahulu adalah masyarakat miskin," kata Sri.

    Baca: Akun Instagram Menteri Sri Mulyani Kebanjiran Follower

    Sri mengatakan keadaan ekonomi yang baik dan positif akan membuka kesempatan untuk memperbaiki kemakmuran rakyat dan mengurangi kemiskinan. Ia mengatakan keamanan uang dari masyarakat yang ada dalam sistem perbankan dijamin dan dijaga pemerintah. Namun masyarakat juga diharapkan bisa menjaga dan menjaminnya.

    Baca: Ajukan Revisi UU Perpajakan, Sri Mulyani Bentuk Tim Khusus

    Bagi kepentingan masyarakat sendiri, Sri mengatakan menjaga keamanan uang mereka sendiri di perbankan sangat penting. "Untuk itu, tindakan untuk tidak mengikuti berbagai anjuran yang sifatnya adalah merusak institusi yang sangat penting bagi kehidupan rakyat itu adalah tanggung jawab bersama," kata dia.

    Ia kembali menekankan bahwa perbaikan situasi ekonomi dan stabilitas sangat penting. Kepentingan tersebut ditujukan tidak hanya untuk kelompok tapi seluruh masyarakat.

    Beberapa waktu lalu, beredar ajakan agar umat Islam menarik uang mereka secara serempak pada 25 November 2016. Uang yang ditarik disarankan minimal Rp 2 juta. Ajakan tersebut dipicu kasus penistaan agama yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Ajakan tersebut tak jelas sumbernya dan beredar di media sosial.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.