Dihentikan OJK, Nasabah Datangi Rumah Bos Pandawa Grup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah Salman Nuryanto bos Pandawa Grup di Perumahan Palem Ganda Asri di Kelurahan/Kecamatan Limo. TEMPO/IMAM HAMDI

    Rumah Salman Nuryanto bos Pandawa Grup di Perumahan Palem Ganda Asri di Kelurahan/Kecamatan Limo. TEMPO/IMAM HAMDI

    TEMPO.CO, Jakarta - Nasabah koperasi Pandawa Grup mulai berdatangan ke rumah bos pendiri lembaga penghimpun dana tersebut, Salman Nuryanto di Perumahan Palem Ganda Asri di Kelurahan/Kecamatan Limo, Kamis, 17 November 2016. Mereka berencana menarik investasi yang ditanam di sana.

    Nasabah ingin menarik investasi mereka setelah sebelumnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan kegiatan penghimpunan dana yang dilakukan Pandawa Grup. Penghentian tersebut dilakukan karena OJK menilai kegiatan Pandawa Grup berpotensi merugikan masyarakat dan diduga melanggar UU tentang Perbankan.

    Salah satu nasabah yang ingin mengambil duit investasinya adalah Rohani, 64 tahun. Rohani telah menjadi nasabah Pandawa Group sejak 2014. Awalnya, ia telah menginvestasikan duit sebesar Rp 2 juta.

    Namun, karena tergiur dengan bunga 10 persen yang diberikan Pandawa Group, Rohani terus menambah investasinya. Bahkan, tiga bulan lalu ia menambah investasi sampai Rp 10 juta. "Saya tambah bertahap. Selama ini lancar. Tapi, saya mau ambil dana saya," katanya.

    Sayang saat Rohani ingin mengambil duitnya, Salman Nuryanto tidak berada di rumahnya. Orang yang ada di dalam rumah pimpinan Pandawa Group tersebut, mengatakan Salman Nuryanto, sedang rapat.

    Warga Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan tersebut, menjadi nasabah Pandawa Group karena di wilayahnya telah banyak warga yang sudah menjadi member Pandawa Group. "Saya daftar ke Bu Dwi di kantor Pandawa di Limo," ujarnya.

    Seorang warga Bekasi bernama Widi juga ikut mendatangi rumah Salman Nuryanto. Ia mengaku berinvestasi sebesar Rp 37 juta di sana. Dia baru tiga bulan berinvestasi di Pandawa Grup. Widi mengaku mendapat keuntungan 10 persen seperti yang dijanjikan. "Saya lilahita'allah saja," ujarnya. Namun dia mengaku tak ingin mengambil dananya. Widi mengatakan kedatangannya hanya untuk silaturahmi.

    Namun, saat Widi diminta keterangan lebih lanjut oleh Tempo, tiba-tiba nasabah tersebut dipanggil salah seorang yang ada di dalam rumah bos Pandawa Group. Orang tersebut memberikan buah di kantong plastik transparan, dan menggiring Widi, langsung masuk ke dalam mobilnya.

    Orang yang membawa buah tersebut meminta Widi, langsung jalan menjauh dari rumah Salman. Padahal, beberapa wartawan masih ingin menggali keterangan dari nasabah tersebut.

    Kompleks rumah bos Pandawa Grup kemarin juga tampak dipenuhi mobil-mobil mewah. Seorang petugas keamanan mengatakan mobil tersebut milik leader Pandawa Grup yang punya pangkat bintang delapan.

    Usai bubar rapat ada beberapa orang yang menggunakan lencana berlogo 8, yang menjadi identitas mereka sebagai leader pandawa bintang delapan. "Yang rapat leader bintang 8 sekitar 150 orang," kata salah seorang yang tidak menyebutkan namanya, yang berada di luar ruang rapat.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.