Kredit UMKM di Riau Tumbuh Melambat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden pasangan nomor urut dua Joko Widodo (kiri) melihat hasil kerajinan kain songket ketika berkunjung ke sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Tuan Kentang, di Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Seberang Ulu Satu, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu 25 Juni 2014. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Calon presiden pasangan nomor urut dua Joko Widodo (kiri) melihat hasil kerajinan kain songket ketika berkunjung ke sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Tuan Kentang, di Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Seberang Ulu Satu, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu 25 Juni 2014. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai kredit usaha mikro, kecil, dan menengah di Provinsi Riau hingga akhir September 2016 tumbuh perlahan jika dibandingkan periode sebelumnya.

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau Ismet Inono mengatakan nilai kredit UMKM di daerah itu hingga September tumbuh 3,02 persen dengan nilai mencapai Rp 20,50 triliun. "Angka pertumbuhannya lebih kecil dibandingkan dengan Agustus lalu yang tumbuh 4,05 persen dengan nilai Rp 20,47 triliun," katanya, Kamis, 17 November 2016.

    Dari nilai kredit itu, pertumbuhan paling besar masih disumbang kredit usaha mikro, yakni tumbuh 11,27 persen atau senilai Rp 6,08 triliun. Pertumbuhan ini disusul penyaluran kredit ke sektor usaha kecil dengan angka 2,95 persen atau kreditnya senilai Rp 8 triliun.

    Pertumbuhan negatif justru tercatat pada penyaluran kredit ke sektor usaha kelas menengah, yaitu -3,66 persen dengan nilai kredit Rp6,41 triliun. Melemahnya penyaluran kredit UMKM ini diantisipasi oleh bank daerah dengan menggandeng berbagai pihak agar ditunjuk sebagai penyalur pinjaman lunak kepada masyarakat setempat.

    Direktur Utama Bank Riau Kepri mengatakan sampai saat ini pihaknya sudah ditunjuk oleh beberapa lembaga termasuk pemerintah untuk menyalurkan kredit berbunga rendah. "Selain KUR, saat ini kami sudah dipercaya oleh Kemenkop UKM menjadi penyalur pinjaman Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), bunganya 9 persen juga," katanya.

    Dengan penunjukan ini, Bank Riau Kepri optimistis penyaluran pinjaman terus meningkat, karena dana murah itu saat ini dibutuhkan masyarakat. Data Bank Riau Kepri menunjukkan penyaluran kredit mikro kecil bank daerah itu sudah mencapai Rp 1,8 triliun, dengan jumlah debitur 25.767 nasabah.

    Selain KUR dan LPDB, Bank Riau Kepri saat ini ikut menjadi penyalur pinjaman dana replanting sawit yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit yaitu lembaga yang dibentuk Kemenkeu untuk mendorong replanting perkebunan sawit di Tanah Air.

    "Saat ini sudah jalan prosesnya, ada beberapa perkebunan sawit di Rokan Hilir yang mengajukan dana BPDP ini ke kami, dan tahapannya sedang berjalan," katanya.

    Bila dibandingkan periode sama tahun lalu, nilai penyaluran kredit sektor usaha mikro kecil oleh Bank Riau Kepri kata Irvandi, hanya mengalami perlambatan sangat kecil, di bawah 1 persen. Kondisi ini, menurut dia, karena ada debitur yang telah menyelesaikan pinjamannya, dan ada juga debitur baru sebagai nasabah kredit mikro kecil.

    "Kami optimistis penyaluran kredit bisa tetap berjalan meski untuk tumbuh cukup berat, jadi kami berupaya menjaga supaya stabil dan tidak turun drastis," katanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.