Hingga Oktober, BNI Salurkan KUR Petani Tebu Rp184,8 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas tengah menata tumpukan uang di cash center bank BNI Pusat, Jakarta, 16 September 2016. Kementerian Keuangan menunda penyaluran DAU (dana alokasi umum) tahun ini sebesar Rp19,4 triliun. Tempo/Tony Hartawan

    Petugas tengah menata tumpukan uang di cash center bank BNI Pusat, Jakarta, 16 September 2016. Kementerian Keuangan menunda penyaluran DAU (dana alokasi umum) tahun ini sebesar Rp19,4 triliun. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI merilis hingga Oktober 2016 telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor pertanian khusus komoditas tebu mencapai Rp184,8 miliar.

    Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengatakan penyaluran tersebut telah mencakup sekitar 688 debitur petani tebu di 43 pabrik gula (PG) di Jawa Timur. Adapun untuk portofolio kredit pertanian dan perkebunan secara nasional mencapai Rp1,6 triliun, yang terdiri dari Rp1,4 triliun untuk perkebunan dan Rp196 miliar untuk pertanian.

    “Untuk portofolio per komoditas secara nasional sampai dengan Oktober ini pembiayaan tertinggi terdapat pada pembiayaan sawit dan tebu,” katanya dalam siaran pers, Kamis (17 November 2016).

    Guna meningkatkan kinerja kredit usaha di sektor pertanian, BNI memberi dukungan kepada petani tebu dan sektor industri gula atau PG berupa Kartu Tani dan aplikasi android Mitra Tani dan mesin i-Kios di PG Assembagoes milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI di Situbondo.

    Dukungan KUR melalui Kartu Tani tersebut juga diberikan oleh bank pemerintah lain seperti Bank Mandiri dan BRI dibawah naungan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

    Fungsi utama dari aplikasi tersebut adalah sebagai alat memonitoring aktivitas dan produktivitas kebun tebu yang nantinya dapat memudahkan para petani tebu untuk melakukan pengecekan daftar kebun, hasil produksi/panen, kemudahan akses informasi secara real time petani mitra PTPN XI, informasi data produksi tebu, informasi Rendemen, informasi hasil gula dan tetes serta informasi hasil pembayaran.

    Kartu Tani yang diterbitkan BNI tersebut juga memiliki berbagai manfaat tambahan seperti untuk membeli pupuk dan benih bersubsidi, menjadi sarana simpan pinjam, serta melakukan transaksi finansial. Sampai dengan saat ini total BNI Kartu Tani yang telah tersalurkan adalah 648 kartu.

    “Berbagai dana subsidi dan penerimaan hasil penjualan produk pertanian dari BUMN pangan akan dapat ditampung melalui Kartu Tani tersebut, sehingga mengurangi uang yang beredar. Langkah ini akan menjadi salah satu pendukung Gerakan Nasional Non Tunai,” imbuh Baiquni.

    Dia menambahkan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan petani, BNI telah membuka agen-agen Laku Pandai atau Agen46 di berbagai kelurahan/kecamatan dengan memanfaatkan badan usaha milik desa (BUMDes) serta e-Warong yang bekerja sama dengan Kementrian Sosial.

    “Saat ini, Agen46 di seluruh Indonesia jumlahnya telah melebihi 12.000 agen yang bisa melayani transaksi perbankan seperti pembukaan rekening, setoran tunai, tarik tunai dan pembelian pulsa dan pembayaran tagihan,” imbuhnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?