Panen Raya, Harga Bawang Malah Meroket di Pasar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Brebes - Para petani di Kecamatan Wanasari dan Larangan, Kabupaten Brebes, pekan ini sedang panen raya. Harga bawang di tingkat petani pun anjlok lantaran pasokan yang melimpah. Namun, di tengah panen raya tersebut, harga bumbu utama dapur itu meroket di pasaran. Tak tanggung-tanggung, pedagang membandrol Rp 55 ribu per kilogram.

    Pedagang bumbu di Pasar Langon Kota Tegal, Darsem, 60 tahun, mengatakan, harga bawang merah di tempatnya dijual seharga Rp 55 ribu per kilogram. Kenaikan harga tersebut sudah terjadi sejak dua hari terakhir. “Harganya memang sedang naik,” ujarnya.

    Darsem mengaku mengambil bawang dari pedagang keliling yang kerap menawarkan bawang ke tempatnya. Darsem mengklaim bawang yang dia jual merupakan kualitas bagus. Dari sana, dia membeli dengan harga sekitar Rp 50 ribu per kilogram. “Kalau yang bagus memang segitu harganya, dari kemarin."

    Pedagang bumbu lainnya, Amirudin, 40 tahun, membandrol bawang merah seharga Rp 45 ribu per kilogram. Namun, kualitas bawang yang dijual Amirudin tidak sebagus bawang merah milik Darsem. “Ibaratnya bawang merah saya ini kualitas yang nomor tiga,” kata dia.

    Amirudin mengaku, mendapatkan pasokan bawang dari pedagang besar yang ada di Banjaran, Kabupaten Tegal. Dia membeli bawang di pedagang tersebut Rp 42 ribu per kilogram. “Kalau yang di Banjaran kan barangnya (bawang) dari daerah wetan semua. Ada yang dari Demak, Nganjuk, Ngawi,” ujar dia.

    Karena itu, kata Amirudin, panen raya yang terjadi di Brebes tidak terlalu berpengaruh terhadap harga bawang di tingkat pedagang di Tegal. Menurut dia, pedagang bumbu di Pasar Langon jarang mendapatkan pasokan bawang dari Brebes. “Pasokan dari Brebes jarang. Biasanya kalau dari Brebes larinya ke Jakarta atau Sumatera,” ujar dia.

    Sebelumnya, Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Juwari, menungkapkan tanaman bawang yang ditanam di ribuan hektare sawah di Brebes sedang panen. Namun, produktivitas panen kali ini turun sekitar 30 persen. Dalam kondisi normal, satu hektare sawah yang ditanami bawang bisa menghasilkan 10 ton, turun menjadi 8 ton per hektare. “Harga di tingkat petani juga turun dari Rp 26 ribu per kilogram menjadi Rp 23 ribu per kilogram,” kata Juwari.

    Sementara itu, harga bawang di tingkat penebas juga turun. Penebas dari Desa Wangandalem, Kecamatan Brebes, Rustini, 60 tahun, mengungkapkan dia menjual bawang dengan harga Rp 36 ribu per kilogram. “Saya belinya Rp 30 ribu per kilogram. Belinya saat tanaman berumur 40 hari,” kata dia. Harga tersebut turun dibanding sepekan sebelumnya yang mencapai Rp 39 ribu per kilogram.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.