Dolar Masih Perkasa, Kurs Rupiah Turun 28 Poin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Uang kertas pecahan Rp.50 ribu rupiah.[TEMPO/Santirta]

    Uang kertas pecahan Rp.50 ribu rupiah.[TEMPO/Santirta]

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah ditutup melemah dalam perdagangan hari ini, Kamis, 17 November 2016. Rupiah ditutup terdepresiasi 28 poin atau 0,21 persen ke level 13.373 per dolar Amerika Serikat setelah diperdagangkan di kisaran  13.331-13.436 per dolar AS. Rupiah sebelumnya dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,58 persen atau 77 poin di posisi 13.422 per dolar AS.

    Dalam perdagangan Rabu, rupiah ditutup menguat 24 poin atau 0,18 persen ke posisi 13.345 per dolar AS. Samuel Sekuritas Indonesia mengemukakan pasar hari ini berfokus ke hasil rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.

    Seperti diketahui, rapat tersebut dilaksanakan pada 16-17 November 2016, dan hasilnya akan diumumkan sore ini. “Hari ini fokus kepada hasil rapat Dewan Gubernur BI yang sudah dimulai sejak Rabu,” kata ekonom dari Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, dalam risetnya yang diterima hari ini, Kamis, 17 November 2016.

    Dia mengemukakan BI semakin condong mendukung pertumbuhan semenjak tiga bulan terakhir. “Diperkirakan mengutamakan stabilitas, dengan mempertahankan BI RR Rate di 4,75 persen,” kata Rangga.

    Seperti diketahui, IHSG hari ini bergerak fluktuatif, demikian juga dengan rupiah. Indeks dolar AS yang memantau pergerakan mata uang dolar terhadap mata uang lainnya terpantau melemah 0,33 persen atau 0,33 poin ke level 100,08 pada pukul 16.13 WIB.

    Sementara itu, mata uang lainnya di Asia Tenggara bergerak mayoritas melemah. Dolar Singapura turun 0,08 persen, peso Filipina melemah 0,25 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 1,02 persen, sedangkan baht Thailand menguat 0,16 persen.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.