Batik Air Buka Rute Baru Tujuan India, Cina, dan Australia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Batik Air dengan nomor registrasi PK-LBS yang mengalami insiden terparkir di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 5 April 2016. ANTARA/Widodo S Jusuf

    Pesawat Batik Air dengan nomor registrasi PK-LBS yang mengalami insiden terparkir di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 5 April 2016. ANTARA/Widodo S Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Anak perusahaan PT Lion Mentari Airlines, Batik Air, akan membuka rute  penerbangan baru tujuan India, Cina, dan Australia.

    CEO Batik Air Captain Achmad Luthfie mengatakan Batik Air berencana akan membuka rute penerbangan baru tujuan India, Cina, dan Australia. "India dijadwalkan akhir tahun ini, sedangkan Cina Februari nanti," ujar CEO Batik Air Captain Achmad Luthfie di Lion Air Tower Jakarta, Kamis, 17 November 2016.

    Menurut Achmad, target tujuan ke Cina dan India karena  dua negara itu memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia dengan masyarakat kelas menengah ke atas semakin banyak. "Mereka menjadi target kami untuk berkunjung ke Indonesia," ujar dia.

    Sedangkan Australia karena banyak orang Australia yang suka berkunjung ke Bali. Selain itu dibukanya rute  ini untuk mendukung program pemerintah mendatangkan sekitar 20 juta turis mancanegara ke Indonesia. "Saat ini sedang masuk tahap aplikasi akhir," kata Achmad.

    Baca: Dicuri Asing, Indonesia Akhirnya Ekspor Ikan Layang ke Korea

    Rute  Cina adalah Shenzen dan Guangzhou dan rute India adalah Chenai, Kalkuta, dan Mumbai. Untuk Australia ke  Perth. Untuk frekuensi penerbangan menurut Achmad, direncanakan satu kali dalam sehari.

    Untuk rute tujuan Eropa, Achmad menambahkan, dalam waktu dekat belum ada rencana untuk membuka rute baru.  "Untuk pesawat juga belum ada rencana pakai white body."

    Untuk menghadapi libur Natal dan Tahun Baru 2017, menurut Achmad Batik Air belum ada rencana penambahan penerbangan.  Sebab, semua pesawat sudah mempunyai rute masing-masing dengan jadwal padat seharian. "Full dari pagi sampai malam," katanya.

    Simak: Harga Pertamax dan Pertamax Plus Naik 

    Nantinya menjelang Natal dan tahun baru, dari  41 armada pesawat hanya dua yang tidak akan dipakai. "Satu untuk mantenance dan satu lagi untuk stand by, jaga-jaga." Selebihnya pesawat sudah mempunyai agenda penerbangan masing-masing.

    ODELIA SINAGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.