Ada Ancaman Rush Money, Menko Darmin: Jangan Mengada-ada

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan money changer sedang menghitung mata uang Amerika Serikat, di Jakarta, (10/10).  Aktivitas di beberapa money changer masih berjalan normal belum terlihat adanya rush akibat melemahnya rupiah. TEMPO/Novi kartika

    Seorang karyawan money changer sedang menghitung mata uang Amerika Serikat, di Jakarta, (10/10). Aktivitas di beberapa money changer masih berjalan normal belum terlihat adanya rush akibat melemahnya rupiah. TEMPO/Novi kartika

    TEMPO.CO, Jakarta -  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meminta masyarakat tidak mengalihkan persoalan politik ke langkah-langkah yang bersifat ekonomi.

    Darmin menanggapi rencana gerakan penarikan uang besar-besaran atau rush money pada 25 November 2016 yang belakangan beredar di media sosial. Aksi itu sengaja dilakukan untuk membuat ekonomi goyah.

    "Janganlah mengada-ada, itu namanya sudah tidak negarawan," kata Darmin saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis 17 November 2016.

    Darmin mengatakan rush money tidak bagus dilakukan, karena tidak menguntungkan sama sekali. Dia mengaku tidak tahu  efek gerakan itu akan seperti apa, jika memang benar dilakukan. "Saya tidak tahu, tapi jangan lupa tergantung seberapa masif."

    Darmin memastikan sentimen negatif dari rencana gerakan rush money itu tidak ada. Meski diakuinya ekonomi dunia saat ini tengah menunggu apa yang akan dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat terpilih, yaitu Donald Trump.

    Meski sebenarnya, kata Darmin, banyak pihak menganggap Donald Trump orang yang realistis. Bagi Darmin ada momen di mana orang harus berkompromi dengan realitas yang ada.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.