Tambah 3 Pesawat Baru, Citilink Tambah Terbang 18 Kali/Hari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Citilink. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Pesawat Citilink. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai bertarif rendah, Citilink Indonesia akan menambah frekuensi penerbangan berjadwal sebanyak 18 penerbangan per hari seiring dengan kedatangan pesawat baru sebanyak tiga armada pada Desember 2016.

    Direktur Utama PT Citilink Indonesia Albert Burhan mengatakan saat ini frekuensi penerbangan Citilink telah tumbuh 26%, atau sebanyak 240 penerbangan per hari, dari akhir tahun lalu sekitar 190 penerbangan per hari.

    “Desember nanti, akan datang tiga unit A320 baru. Biasanya, satu pesawat itu memiliki rotasi sekitar 6-7 penerbangan per hari. Jadi kalau ada tiga pesawat, akan ada tambahan sekitar 18 penerbangan per hari,” katanya di Jakarta, Rabu (16 November 2016).

    Meski begitu, Albert menilai upaya menambah frekuensi terbang Citilink tidak mudah mengingat adanya keterbatasan kapasitas waktu alokasi terbang atau slot time, khususnya di bandara-bandara utama.

    Tak hanya itu, sambungnya, slot time yang dipilih juga harus benar-benar memberikan hasil yang signifikan bagi maskapai. Dia mengaku bahwa pembahasan terkait slot secara internal seringkali berjalan cukup alot.

    “Kelihatannya saya ngomong mudah, tetapi tim kami itu babak belur untuk mendapatkan slot, dan slot yang dipilih itu juga harus yang profitable. Nah, interaksinya itu intens sekali. Jadi enggak gampang juga,” tuturnya.

    Kendati demikian, Albert optimistis frekuensi penerbangan Citilink tahun ini akan menembus 260 penerbangan per hari. Apalagi, jumlah pengguna jasa angkutan udara domestik terus mencatatkan pertumbuhan yang positif.

    Selain itu, lanjutnya, infrastruktur transportasi udara seperti fasilitas bandara juga terus dikembangkan pemerintah. Menurutnya, pengembangan bandara yang dilakukan pemerintah selama ini, terutama di pelosok daerah sangat diapresiasi maskapai.

    Jakarta-Jayapura
    Di sisi lain, rencana Citilink untuk membuka penerbangan ke Papua mulai Oktober 2016 ternyata tidak terealisasi. Meski begitu, Citilink masih berkomitmen untuk membuka layanan penerbangan ke Pulau Cendrawasih.

    Seperti diketahui, Albert sebelumnya mengatakan pembukaan rute penerbangan ke Papua merupakan salah satu prioritas utama maskapai tahun ini, sekaligus menjadi upaya maskapai mengembangkan konektivitas dalam negeri.

    “Ini merupakan langkah penting dalam upaya Citilink untuk memperluas konektivitas penerbangan. Jadi, nanti dari Aceh hingga Papua itu bisa terkoneksi dengan penerbangan Citilink,” ujarnya.

    Albert mengungkapkan rute yang bakal dibuka Citilink, yakni Jakarta-Jayapura. Rencananya, Citilink akan membuka penerbangan berjadwal harian, melalui penerbangan transit atau tidak langsung (direct flight).  

    Dia menilai potensi penumpang dan kargo pada rute penerbangan Jakarta-Jayapura cukup menjanjikan. Untuk rute tersebut, Citilink akan  menyiapkan pesawat A320 berkapasitas 180 penumpang.

    Asal tahu saja, Citilink sedikitnya sudah membuka lima rute penerbangan baru pada paruh pertama tahun ini antara lain Medan-Aceh, Bandung-Pekanbaru, Jakarta-Lombok, Ujung Pandang-Manado, dan Surabaya-Manado.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.