Produk LG Berteknologi Inverter

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melakukan pemasangan komponen elektronik pada layar televisi LCD di PT LG Electronics Indonesia, Cibitung, Jawa Barat, Selasa (12/4). PT LG Electronics Indonesia menargetkan bisa mengeruk pasar lebih besar dibanding tahun lalu yang mencapai 30 persen. TEMPO/Dasril Roszandi

    Pekerja melakukan pemasangan komponen elektronik pada layar televisi LCD di PT LG Electronics Indonesia, Cibitung, Jawa Barat, Selasa (12/4). PT LG Electronics Indonesia menargetkan bisa mengeruk pasar lebih besar dibanding tahun lalu yang mencapai 30 persen. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan asal Korea Selatan yang telah memiliki basis produksi di negara ini, PT LG Electronics Indonesia (LGEIN) menargetkan hampir semua produk elektronik yang dipasarkan di dalam negeri menggunakan teknologi inverter guna mendukung program pemerintah dalam penghematan energi.

    "Pada Juni 2017 sekitar 90 persen produk LG akan beralih menggunakan teknologi inverter," kata Manager Pemasaran Home Appliance LGEIN Charlie Woo, di Jakarta, Rabu, 16 November 2016.

    Ia mengatakan hal itu merupakan salah satu upaya LG mendukung program Pemerintah Indonesia cq Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menghemat penggunaan energi dalam bentuk kampanye "Gerakan Poting 10%."

    "Apalagi masalah hemat atau efisiensi energi telah menjadi perhatian global," ujarnya pada  kampanye LGEIN  "Hemat Energi Bagimu Negeri" itu.

    Untuk itu, LG, lanjut dia, akan memperluas penggunaan teknologi inverter pada produk elektronik yang dipasarkan di Indonesia, dari semula hanya pada beberapa model pengatur suhu dalam ruang (AC), lemari es (kulkas), dan mesin cuci, tahun depan berkembang ke produk microwave.

    Charlie Woo mengatakan ada beberapa keunggulan teknologi inverter dibandingkan yang konvensional.

    Selain hemat energi karena konsumsi listrik lebih rendah, teknologi inverter pada kompresor membuatperalatan elektronik rumah tangga seperti AC, kulkas dan mesin cuci, menjadi  lebih senyap ketika beroperasi dan lebih tahan lama.

    "Kami berani menggaransi kompresor inverter yang tertanam dalam tiap koleksi ini (Produk LG) dengan jaminan 10 tahun penggunaan," ujarnya.

    Saat ini LG merupakan salah satu pemain elektronik yang cukup besar di Indonesia. Tahun ini Woo memperkirakan LGEIN menguasai pasar barang elektronik rumah tangga di Indonesia mencapai 23 persen, dan ia menargetkan tahun depan pangsa pasar LG naik menjadi 28 persen.
       
    Sementara itu Direktur Konservasi Energi Kementerian ESDM Farida Zed mengatakan gaya hidup terutama pemanfaatan barang elektronik yang hemat energi memang peranan cukup penting dalam efisiensi energi, mengingat masyarakat Indonesia terbilang masih boros dalam penggunaan energi.

    "Setiap tahun kebutuhan energi kita (Indonesia) tumbuh 6,5 sampai tujuh persen, tidak banyak negara yang mengalami pertumbuhan (kebutuhan energi) yang signifikan seperti itu," katanya.

    Oleh karena itu, ia berharap dukungan kalangan industri manufaktur, termasuk produsen elektronik, untuk menggunakan teknologi hemat energi seperti inverter, sehingga program pemerintah "Gerakan Potong 10%" bisa tercapai.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.