Natal dan Tahun Baru 2017, KAI Siapkan 28 KA Tambahan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon pemudik menuju kereta yang akan ditumpanginya di Stasiun Senen, Jakarta, Kamis 24 Desember 2015. Puncak arus mudik libur Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 di Stasiun Senen diperkirakan pada malam hari ini. TEMPO/Subekti.

    Sejumlah calon pemudik menuju kereta yang akan ditumpanginya di Stasiun Senen, Jakarta, Kamis 24 Desember 2015. Puncak arus mudik libur Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 di Stasiun Senen diperkirakan pada malam hari ini. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia menyiapkan 28 rangkaian KA tambahan untuk mengantisipai lonjakan penumpang pada libur Natal 2016 dan Tahun Baru 2017.

    "Rencananya ada 28 rangkaian KA tambahan untuk angkutan Natal dan Tahun Baru mendatang, operasionalnya akan disesuaikan karena diprediksi akan terjadi lonjakan penumpang pada momen itu," kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PT KA) Edi Sukmoro saat melakukan inspeksi di Stasiun Bandung, Rabu (16 November 2016).

    Menurut dia, ke-28 KA tambahan itu akan disesuaikan dengan kebutuhan dan jadwal perjalanan KA. Semua KA tambahan itu melayani rute jarak jauh seperti dari Jakarta dan Bandung ke sejumlah rute di Jateng dan Jatim.

    Selain mengoperasikan KA tambahan di akhir tahun itu, pihaknya juga siap menambahkan kereta tambahan pada KA reguler yang disesuikan dengan kebutuhan dan jumlah penumpang.

    "Minat masyarakat untuk menggunakan jasa KA terus meningkat, untuk itu kami terus meningkatkan pelayanan, kenyamanan dan keamanan bagi penumpang," katanya.

    Untuk persiapan angkutan Natal dan Tahun Baru itu, menurut Edi, pihaknya akan melakukan pemantauan jalur baik di jalur utara maupun selatan.

    "Sebanyak dua KA inspeksi akan dioperasikan untuk melakukan pengecekan jalur di selatan maupun di utara. Fokusnya adalah memantau titik-titik rawan baik rawan bencana alam dan juga perlintasan sebidang," kata Edi.

    Selain itu, menurut dia pihaknya juga meningkatkan kewaspadaan di jalur khususnya di kawasan rawan bencana alam gerakan tanah dan banjir.

    Bahkan ia menginstruksikan untuk beberapa kawasan rawan bencana alam di jalur selatan Jawa Barat, di wilayah Daop II Bandung untuk ditempatkan petugas pengawas khusus mengantisipasi dampak cuaca ektrem berupa curah hujan tinggi.

    "Bila perlu untuk kawasan rawan bencana longsor dan di jembatan tertentu ditempatkan petugas pengawas khusus. Termasuk memaksimalkan pengecekan jalur oleh juru periksa jalan (JPJ)," katanya.

    Menurut dia, PTKA telah memiliki standar operasional untuk mengatasi kedaruratan di jalur rel. Salah satunya menempatkan sejumlah perlatan atau AMUS yang ditempatkan di sejumlah titik yang telah ditentukan yang memungkinkan tim bisa bergerak cepat menangani kendala.

    Khusus di wilayah Daop II Bandung, kata Edi termasuk daerah yang memiliki titik kerawanan yang cukup banyak. Menurut Kepala Daop II Bandung Saridal jumlah titik rawan di jalur itu sebanyak 45 titik baik di jalur Purwakarta - Bandung maupun Bandung - Tasikmalaya.

    "Wilayah Daop II Bandung memiliki jumlah titik rawan cukup banyak karena kontur geografisnya berbukit-bukit. Selain potensi gerakan tanah juga banjir," kata Edi Sukmoro menambahkan.

    Dirut PTKA pada Rabu (16/11) melakukan inspeksi ke Stasiun Bandung untuk meninjau kesiapan pelayanan menjelang angkutan Natal dan Lebaran serta meninjau Stasiun Bandung pasca tergenang banjir.

    Selanjutnya Dirut PTKA bersama Direktur Komersial Bambang Adi Martono, Kadaop II Bandung Saridal melakukan peninjauan jalur selatan hingga ke Stasiun Ciawi Kabupaten Tasikmalaya dengan menggunakan Kereta Api Luar Biasa "Rail One".

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.