Peta Jalan E-Commerce Disambut Pelaku Usaha

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Bachrul Chairi dan Chief Executive Officer TDR Industries, Teddy Hartono seusai meresmikan sebuah situs komunitas masyarakat ASEAN, yaitu www.oneteamstore.com yang didukung oleh TDR Racing Indonesia di TDR Technology Center, 31 Desember 2015. Situs tersebut mengusung platform e-commerce yang menjual komponen dan aksesoris otomotif. TEMPO/Larissa Huda

    Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Bachrul Chairi dan Chief Executive Officer TDR Industries, Teddy Hartono seusai meresmikan sebuah situs komunitas masyarakat ASEAN, yaitu www.oneteamstore.com yang didukung oleh TDR Racing Indonesia di TDR Technology Center, 31 Desember 2015. Situs tersebut mengusung platform e-commerce yang menjual komponen dan aksesoris otomotif. TEMPO/Larissa Huda

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana peta jalan atau roadmap e-commerce disambut baik para pelaku usaha tersebut memiliki harapan, kata Managing Partner Ideosource Andi Boediman.


    "Mereka mendengarkan industri. Kami senang pemerintah mau dengar," kata Andi saat ditemui di Tech in Asia Jakarta 2016, Rabu (16 November 2016).


    Andi menilai untuk menuju peta jalan, belum sampai ke pelaksanaan, pemerintah butuh waktu hingga dua tahun untuk menggodoknya.


    Implementasi diperkirakan Andi akan terjadi dalam satu-dua tahun mendatang.


    Peta Jalan e-commerce diumumkan Kamis (10 November 2016) di Istana Kepresidenan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution didampingi Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.


    "Selama ini kita memang belum memiliki peta jalan pengembangan e-commerce nasional yang menjadi acuan pemangku kepentingan, di samping adanya berbagai peraturan/ketentuan yang tidak mendorong tumbuh kembangnya e-commerce," kata Darmin.


    Oleh karena itu, pemerintah harus bisa memberikan kepastian dan kemudahan berusaha dalam memanfaatkan e-commerce dengan menyediakan arah dan panduan strategis untuk mempercepat pelaksanaan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik pada periode 2016-2019.


    Indonesia adalah salah satu pengguna internet terbesar di dunia, mencapai 93,4 juta orang dan pengguna telepon pintar (smartphone) mencapai 71 juta orang.


    Dengan potensi yang begitu besar, pemerintah menargetkan bisa tercipta 1.000 technopreneurs dengan valuasi bisnis sebesar 10 miliar dolar AS dan nilai e-commerce mencapai 130 miliar dolar AS pada 2020.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.