Harga Pertamax dan Pertamax Plus Naik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum kawasan Kuningan, Jakarta, 1 Maret 2016. PT Pertamina menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) khusus untuk RON 90, yaitu Pertalite dan RON 92 Pertamax. Sementara itu, harga BBM jenis Premium tetap. Harga baru tersebut mulai berlaku pada 1 Maret 2016, pukul 00.00 dinihari. Tempo/Tony Hartawan

    Aktivitas di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum kawasan Kuningan, Jakarta, 1 Maret 2016. PT Pertamina menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) khusus untuk RON 90, yaitu Pertalite dan RON 92 Pertamax. Sementara itu, harga BBM jenis Premium tetap. Harga baru tersebut mulai berlaku pada 1 Maret 2016, pukul 00.00 dinihari. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Pertamax dan Pertamax Plus pada Rabu, 16 November 2016, pukul 00.00 WIB. Harga Pertamax di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan sekitarnya yang sebelumnya dibanderol Rp 7.350 per liter mulai hari ini menjadi Rp 7.600 per liter. Sedangkan Pertamax Plus naik dari Rp 8.250 per liter menjadi Rp 8.400.

    Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan penyesuaian harga dilakukan seiring dengan kondisi harga minyak mentah dunia. “Penetapan harga BBM umum jenis Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan Pertalite merupakan kebijakan korporasi Pertamina di mana review dilakukan secara berkala,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 16 November 2016.

    Wianda berujar, Pertamax mengalami kenaikan harga sebesar Rp 100 per liter di Sumatera Utara dan Bengkulu. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali, harga Pertamax naik Rp 150 per liter. Sedangkan di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, harganya naik Rp 250 per liter.

    Baca: Lion Air Group Bentuk Maskapai Baru di 3 Negara

    Untuk Pertamax Plus, harganya naik Rp 50 per liter di DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Sedangkan di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, harganya naik Rp 150 per liter.

    "Kami sangat mengapresiasi konsumen BBM Pertamina yang sampai dengan triwulan III konsumsinya melonjak hingga 400 persen,” ujar Wianda.

    Melonjaknya konsumsi, menurut Wianda, menunjukkan masyarakat konsumen semakin memiliki kesadaran akan kesesuaian spesifikasi bahan bakar dengan kendaraannya. Lonjakan juga didukung oleh ketersediaan produk Pertamina yang semakin meluas.

    Pertamina, tutur Wianda, akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang telah menjadi konsumen loyal produk-produk perusahaan. “Untuk itu, Pertamina tidak melakukan perubahan harga pada produk-produk baru, seperti Pertalite, Dexlite, dan Pertamax Turbo.”

    Baca: Kabar Gembira, Petani Malang Dapat Keringanan Pajak 

    BBM jenis baru tersebut meraih minat konsumen yang tinggi. Untuk Pertalite, rata-rata penjualan hariannya tumbuh 611 persen pada September dibanding Januari 2016. Pertumbuhan signifikan penjualan rata-rata harian juga terjadi pada Dexlite. Pada April 2016, penjualannya tercatat 47 kiloliter per hari, dan pada September menjadi 625 kiloliter per hari.

    VINDRY FLORENTIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kajian Ibu Kota Baru, Diklaim Memperkuat Kawasan Timur Indonesia

    Pemindahan ibu kota ke luar Jawa diklaim akan memperkuat kegiatan nasional dan kawasan Indonesia timur. Begini kajian ibu kajian ibu kota baru.