Indonesian Franchise and SME Expo Bidik 13 Ribu Pengunjung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konferensi Pers Indonesia Franchise & SME Expo 2016 di Jakarta, 16 November 2016. TEMPO/Tongam Sinambela

    Konferensi Pers Indonesia Franchise & SME Expo 2016 di Jakarta, 16 November 2016. TEMPO/Tongam Sinambela

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyelenggara acara Indonesian Franchise & SME Expo 2016 menargetkan bisa meraup 13 ribu pengunjung dan perputaran uang selama pameran sebesar Rp 500 miliar. "Kami bangga bisa mendatangkan delegasi dari luar negeri dan mereka juga mengajak pengusahanya," ujar Chairman Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Andrew Nugroho saat konferensi pers, di Jakarta, Rabu, 16 November 2016.

    Andrew berharap pada pameran yang digelar pada 25 - 27 November yang akan datang dapat menjadi ajang pertukaran informasi antar sesama pelaku bisnis. "Ini kesempatan baik untuk kita semua, kita akan menunjukkan brand-brand lokal Indonesia ke tamu-tamu Internasional."

    Indonesia Franchise & SME Expo 2016 ini juga akan dihadiri organisasi-organisasi waralaba Internasional. "Mereka juga dapat melihat pasar di Indonesia dan kita dapat memperkenalkan pelaku bisnis Indonesia ke pebisnis luar negeri, agar mereka dapat bertukar informasi dan menambah jaringan kesesama pelaku usaha," tutur Andrew.

    BacaIni Alasan Chatib Basri Lebih Senang Rupiah Melemah

    Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga Suhanto mengatakan Kementerian Perdagangan ikut mendorong terselenggaranya kegiatan tersebut. "Kita tumbuhkan waralaba-waralaba kecil," ujar Suhanto.

    Suhanto menjelaskan, Kementerian Perdagangan berkontribusi nyata dalam mensukseskan kegiatan ini dengan menggratiskan tempat pameran 150 waralaba usaha kecil mikro dan menengah (UMKM). Sebagai salah satu pembina UMKM Kemendag akan mendorong dan menfasilitasi para pelaku usaha untuk tetap maju. "Ke depan produk dalam negeri akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri," ujar Suhanto.

    TONGAM SINAMBELA | RR ARIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.