Sebanyak 60,19 Persen TKI di Luar Negeri Pekerja Kasar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga Kerja Indonesia. Tempo/Tony Hartawan

    Tenaga Kerja Indonesia. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 165.522 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) atau sekitar 60,19 persen dari total sebanyak 275.000 TKI yang berada di luar negeri bekerja sebagai pekerja kasar, dan hanya sebagian kecil yang menjadi pimpinan di perusahaan luar negeri.

    Hal itu disampaikan oleh ekonom Core Indonesia Hendri Saparini saat dihubungi dari Yogyakarta, Selasa (15 November 2016).

    "Mayoritas atau sebanyak 165.522 TKI yang di luar negeri bekerja sebagai pekerja kasar," kata dia.

    Sedangkan, sekitar 0,33%  di antaranya bekerja sebagai pimpinan perusahaan. Sementara yang bekerja menjadi professional hanya sekitar 1,75%.

    "Angka TKI yang menjadi pimpinan terus mengalami penurunan dari persentase tahun sebelumnya sebanyak 0,38%  jumlah TKI yang menjadi pimpinan di luar negeri," ujar dia Secara berturut-turut, kata dia, pada tahun 2011 terdapat sebanyak 0,53%  TKI.

    "Lalu  pada 2012 meningkat menjadi 0,78%, dan meningkat lagi menjadi 0,89% pada  2013, ucap dia.

    Menanggapi itu, pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia (UI) Sri Handiman menilai, tingginya persentase TKI yang menjadi pekerja kasar di luar negeri, menunjukkan rendahnya perhatian pemerintah dalam peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.

    Dampaknya, kata dia, sulit bagi masyarakat Indonesia terutama yang berasal dari perdesaan, untuk bisa bersaing dengan masyarakat yang berasal dari perkotaan dalam mendapatkan pekerjaan yang memadai.

    "Jika hal ini dibiarkan terus, maka bisa dipastikan bahwa kita tidak bisa mengoptimalkan bonus demografi yang selalu didengang-dengungkan pemerintah. Jadi harus ada keberpihakan dan dukungan penuh terhadap kualitas pendidikan masyarakat khususnya pekerja migran," ungkap Handiman.

    BISNIS.COM


  • TKI
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.