Jepang Pulih, BPS: Rupiah Kedodoran Terhadap Yen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Majalah The Economist menyebutkan, masalah yang dihadapi Indonesia adalah pemerintahan yang birokratis, korupsi, dan infrastruktur yang tidak memadai menjadi alasan nilai tukar rupiah sangat rendah. Adek Berry/AFP/Getty Images

    Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Majalah The Economist menyebutkan, masalah yang dihadapi Indonesia adalah pemerintahan yang birokratis, korupsi, dan infrastruktur yang tidak memadai menjadi alasan nilai tukar rupiah sangat rendah. Adek Berry/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya depresiasi rupiah terhadap empat mata uang asing pada minggu ke-II November 2016 dibandingkan dengan minggu ke-IV Oktober 2016. Keempat mata uang tersebut antara lain dolar Amerika, dolar Australia, euro, dan yen.

    Depresiasi rupiah terhadap yen mencapai -1,62 persen. Nilainya bergeser dari Rp 124,32 menjadi Rp 126,34 per satu yen.

    Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo, mengatakan pelemahan atas yen disebabkan oleh kondisi Jepang yang sedang mengalami surplus perdagangan. "Jepang juga sedang mengalami recovery sehingga rupiah kedodoran di yen," katanya di kantor BPS, Jakarta, Selasa, 15 November 2016.

    Depresiasi rupiah tercatat sebesar -0,65 persen dari Rp 12.993 menjadi Rp 13.026 per dolar AS. Sementara terhadap dolar Australia depresiasi terjadi sebesar -0,73 dari Rp 9.934 menjadi Rp 10.007. Terhadap euro, rupiah melemah -2,74 dari Rp 14.154 menjadi Rp 14.541.

    Sepanjang Oktober 2016, rupiah juga tercatat melemah 0,44 persen terhadap dolar AS. Level terendah rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap dolar AS terjadi pada minggu ketiga Oktober 2016 yang mencapai Rp 13.008,52 per dolar AS. Berdasarkan provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Nusa Tenggara Barat yaitu mencapai Rp 13.300 per dolar AS pada minggu pertama Oktober.

    Rupiah juga terpantau melemah terhadap dolar Australia pada Oktober sebesar 0,48 persen. Level terendah rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap dolar Australia terjadi pada minggu ketiga Oktober yang mencapai Rp 9.942 per dolar Australia. Level terendah kurs tengah terjadi di Sulawesi Barat yang mencapai Rp 10.045,50 pada minggu ketiga Oktober.

    Terhadap yen dan euro, rupiah justru meningkat pada Oktober. Rupiah terapresiasi 2,99 persen terhadap yen dan 2,40 persen terhadap euro.

    Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap yen dan euro terjadi pada minggu keempat Oktober. Masing-masing mencapai Rp 124,32 per yen dan Rp 14.154,05 per euro.

    Pronvisi Nusa Tenggara Timur mengalami level tertinggi kurs tengah yaitu Rp 117,50 per yen. Sementara level tertinggi kurs tengah terhadap euro terjadi di Sumatera Barat yaitu Rp 13.950.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.