Sri Mulyani: Indonesia Harus Siap dengan Kebijakan AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan, Sri Mulyani bersama Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja bersama para pelajar dan Diaspora Indonesia  di KBRI Den Haag, Minggu, 13 November 2016. (Foto: KBRI Den Haag)

    Menteri Keuangan, Sri Mulyani bersama Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja bersama para pelajar dan Diaspora Indonesia di KBRI Den Haag, Minggu, 13 November 2016. (Foto: KBRI Den Haag)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bertemu dengan mahasiswa penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dalam kunjungannya ke Belanda kemarin. Dalam pertemuan itu, Sri Mulyani memberikan pandangannya mengenai hasil pemilihan Presiden Amerika Serikat.

    Menurut Sri Mulyani, hasil pemilihan tersebut pasti memiliki pengaruh terhadap kondisi ekonomi dunia. Hal itu, menurut dia, dikarenakan AS merupakan negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Karena itu, Sri Mulyani mengatakan, Indonesia harus turut bersiap dengan kebijakan AS ke depan.

    “Apapun yang dipilih oleh AS sebagai pemimpin, yang kemudian diterjemahkan dengan kebijakan, tentu memiliki pengaruh. Dengan size ekonomi AS, itu akan sangat mempengaruhi dari sisi ekonomi, sisi geopolitik, dan sisi percaturan keseluruhan negara di dunia," ujar Sri Mulyani dalam rilisnya, Selasa, 15 November 2016.

    Karena kondisi perekonomian global tidak bisa lepas dari kondisi geopolitik, menurut Sri Mulyani, Indonesia akan menerima dampak dari kondisi tersebut. Untuk menghadapi ketidakpastian saat ini, dia berujar, Indonesia sebagai negara yang relatif besar juga harus dapat menciptakan permintaan domestik.

    “Dan negara dengan ekonomi yang sehat adalah yang mampu menjaga diri dari turbulensi krisis global. Dalam (negeri) pun mesti diperkuat. Oleh karena itu, strategi ekonomi Indonesia yaitu bagaimana membuat permintaan domestik menjadi sehat dan kuat,” kata Sri Mulyani di akhir paparannya.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.