Saham Wall Street Berakhir Bervariasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Richard Drew

    AP/Richard Drew

    TEMPO.CO, Jakarta - Wall Street berakhir sedikit berubah pada Senin atau Selasa pagi WIB, 15 November 2016 setelah naik secara dramatis minggu sebelumnya, karena penurunan sektor teknologi mengimbangi kenaikan tajam sektor keuangan setelah investor berspekulasi untuk suku bunga yang lebih tinggi.

    Setelah perdagangan berfluktuasi di akhir sesi, Dow berakhir pada rekor tertinggi, sementara S&P 500 dan komposit Nasdaq merosot.

    "Saya pikir semua yang kita lakukan adalah pemangkasan sedikit pelayaran (perjalanan) kita dari reli positif yang kita miliki dari hasil pasca-pemilu minggu lalu," kata Mark Luschini, Kepala Strategi Investasi Janney Montgomery Scott di Philadelphia.

    Indeks komposit saham teknologi Nasdaq telah berada di bawah tekanan sejak pemilihan umum 8 November, karena investor mengalirkan uang ke sektor seperti keuangan, industri dan energi, yang terlihat diuntungkan dari kebijakan Presiden Amerika Serikat terpilih, Donald Trump.

    Indeks keuangan naik 2,3 persen, dengan bank-bank termasuk Bank of America JPMorgan menyediakan dorongan terbesar. Indeks telah meningkat 10,8 persen sejak pemilu didukung harapan deregulasi dan suku bunga yang lebih tinggi.

    Sementara reli keuangan mendapat kekuatan, indeks teknologi S&P ditutup turun 1,7 persen, memimpin penurunan. Indeks telah jatuh 3,0 persen sejak pemilu.

    Apple jatuh 2,5 persen, paling membebani Nasdaq serta S&P 500, diikuti oleh Facebook dan Microsoft.

    Sejak valuasi teknologi telah melonjak dalam beberapa tahun terakhir, investor mengalihkan uang mereka untuk sektor-sektor seperti bank, yang relatif lebih murah tapi sekarang akan mendapatkan keuntungan dari meningkatnya suku bunga, kata Kim Forrest, analis senior penelitian ekuitas di Fort Pitt Capital Group di Pittsburgh.

    Investor telah memperkirakan sektor teknologi akan terlihat relatif kurang menarik jika Trump melaksanakan janjinya untuk meninjau

    regulasi dalam sektor perawatan kesehatan dan keuangan serta meningkatkan belanja pemerintah pada infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

    "Jika pertumbuhan menjadi lebih besar, kita dapat melihat kelanjutan dari rotasi turun valuasi, bisnis yang lebih siklikal dan keluar dari saham-saham dengan pertumbuhan valuasi tinggi seperti teknologi," kata James Abate, Kepala Investasi Centre Asset Management di New York.

    Dow Jones Industrial Average ditutup naik 21,03 poin atau 0,11 persen menjadi 18.868,69, indeks S&P 500 kehilangan 0,25 poin atau 0,01 persen menjadi 2.164,2 dan indeks komposit Nasdaq turun 18,72 poin atau 0,36 persen menjadi 5.218,40.

    Federal Reserve Amerika Serikat secara luas memperkirakan untuk meningkatkan suku bunga pada pertemuan Desember, dengan para pedagang memprediksi dalam peluang 91 persen, menurut alat FedWatch CME Group.

    Indeks industri ditutup naik 0,4 persen, didukung oleh prospek peningkatan pengeluaran infrastruktur.

    Harman International naik 25,2 persen menjadi 109,72 dolar AS setelah Samsung Electronics mengumumkan kesepakatan delapan miliar dolar AS untuk membeli perusahaan tersebut.

    Saham-saham naik melebihi yang menurun, dengan rasi 1,10 terhadap 1 di NYSE dan 1,44 terhadap 1 di Nasdaq.

    Indeks S&P 500 mencatat 82 tertinggi baru dalam 52-minggu dan tiga posisi terendah baru; komposit Nasdaq mencatat 423 tertinggi baru dan 31 terendah baru.

    Sekitar 10 miliar saham berpindah tangan di bursa AS pada Senin, jauh di atas rata-rata 7,7 miliar AS untuk 20 sesi sebelumnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.