Simpanan Nasabah Naik 0,19 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan melaporkan nilai simpanan perbankan nasabah "kaya" atau yang nominalnya di atas Rp2 miliar pada September naik 0,19 persen dari bulan sebelumnya menjadi Rp2.609 triliun.

    Sementara jumlah rekening simpanan di atas Rp2 miliar, menurut Sekretaris LPS Samsu Adi Nugroho, turun 1,68 pesen menjadi 226.948 rekening pada September 2016.

    "Berdasarkan jenis simpanannya, yaitu giro, tabungan, deposit on call, sertifikat deposito dan deposito, jenis simpanan yang jumlah rekeningnya mengalami kenaikan paling tinggi adalah tabungan dengan kenaikan 1,62 persen," katanya di Jakarta, Senin, 14 November 2016.

    LPS tidak memberikan penjaminan untuk simpanan nasabah yang di atas Rp2 miliar. LPS hanya menjamin simpanan paling tinggi Rp2 miliar per nasabah per bank.

    Hingga September 2016, jumlah rekening simpanan yang dijamin naik 1,54 persen menjadi 190.121.579 rekening atau tumbuh 2.882.659 rekening (1,54 persen) dibanding posisi jumlah rekening hingga Agustus 2016 yang sebanyak 187.238.920 rekening.

    Adapun untuk simpanan dengan nilai saldo sampai dengan Rp2 miliar, jumlah rekeningnya meningkat  1,54 persen dibanding Agustus 2016 menjadi 189.894.631 rekening.

    "Sedangkan nilai simpanannya menurun sebesar 0,64 persen, menjadi Rp 2.060 triliun pada September 2016," ujarnya.

    Secara keseluruhan, total simpanan di bank umum per September 2016 turun Rp8,3 triliun atau 0,18 persen dibanding Agustus 2016 menjadi Rp4.669 triliun.

    Bank umum peserta penjaminan per September 2016 berjumlah 118 bank, terdiri atas 105 bank umum konvensional dan 13 bank umum syariah. Bank umum konvensional terdiri dari 4 bank pemerintah, 26 bank pemerintah daerah, 66 bank umum swasta nasional dan 10 kantor cabang bank asing.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.