Presiden Resmikan Kawasan Industri Kendal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyampaikan tanggapan terkait unjuk rasa 4 November di Istana Merdeka, Jakarta, 5 November 2016 dinihari. Penampilan Jokowi mengenakan jaket menjadi perhatian netizen ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo menyampaikan tanggapan terkait unjuk rasa 4 November di Istana Merdeka, Jakarta, 5 November 2016 dinihari. Penampilan Jokowi mengenakan jaket menjadi perhatian netizen ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjamin akan menyediakan lima infrastruktur di kawasan industri demi mendukung pengembangannya. "Untuk mendukung kawasan industri ini pemerintah akan menjamin tersedianya lima infrastruktur yaitu transportasi dan energi, listrik dan gas, yang ketiga telekomunikasi, sumber daya air dan sanitasi, serta ketersediaan sumber daya manusia dan teknologi," kata Presiden Jokowi dalam acara Peresmian Kawasan Industri Kendal Park By The Bay di Kendal, Jawa Tengah, Senin, 14 November 2016.

    Khusus untuk kawasan industri hasil kerja sama dengan Singapura itu, Presiden mendorong segera terselesaikannya pembangunan jalan tol Pemalang, Batang, dan Semarang. Menurut dia, pembangunan dan penataan infrastruktur akan mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah dan memberikan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. "Oleh karena itu investor tidak perlu ragu untuk segera berinvestasi di Kawasan Industri Kendal," katanya.

    Presiden ingin meminta komitmen dari para investor bahwa keberadaan kawasan industri di Kendal itu harus membawa manfaat bagi rakyat. "Saya ulangi harus membawa mafaat bagi rakyat terutama rakyat Kendal dan Jawa Tengah," katanya.

    Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi bersama PM Singapura Lee Hsien Loong meresmikan Kawasan Industri Kendal yang merupakan proyek kerja sama dua negara yang sekaligus diharapkan menjadi ikon baru kerja sama tersebut. *

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.