Garap Pasar Indonesia Timur, GMF AeroAsia Gandeng Merpati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bengkel Pesawat GMF, Bandara Soekarno Hatta. TEMPO/Yosep Arkian

    Bengkel Pesawat GMF, Bandara Soekarno Hatta. TEMPO/Yosep Arkian

    TEMPO.CO, Jakarta -  PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia sepakat menjalin kerjasama operasi atau joint operation dengan PT Merpati Maintenance Facility (MMF). Kesepakatan itu dituangkan dalam perjanjian kerjasama yang ditandatangani oleh Direktur Utama GMF Juliandra Nurtjahjo serta Managing Director MMF Suharto di hangar MMF Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 12 November 2016.

    Direktur Utama GMF Juliandra Nurtjahjo berujar, kerjasama ini merupakan strategi GMF dalam rangka meraih predikat Top 10 Maintenance, Repair, dan Overhaul (MRO) di dunia pada 2020. “Kami membutuhkan strategic partnership dengan pihak lain yang handal dan mumpuni di bidangnya untuk mendukung program perusahaan tersebut,” kata Juliandra. 

    Selain itu, menurut Juliandra, kerjasama ini merupakan upaya perusahaan untuk meraih pasar perawatan pesawat di Indonesia wilayah timur dengan berbekal kapasitas dan kapabilitas dari kedua belah pihak. GMF memiliki kapasitas perawatan jenis turbo jet dan MMF memiliki kapasitas perawatan pesawat bermesin turbo propeller.

    Menurut Juliandra, kerjasama itu akan meliputi pekerjaan general aviation, yaitu maintenance, repair, dan overhaul untuk airframe, engine, serta komponen pesawat berjenis Cessna 172/152, Twin Otter, Casa 212, serta Cessna Caravan 208/206. "Dan tidak menutup kemungkinan jenis kapabilitas pesawat lainnya sesuai dengan perkembangan bisnis ke depan," ujarnya.

    Saat ini, Juliandra menjelaskan, pasar perawatan pesawat nasional baru mampu diserap oleh MRO domestik sebesar 30-40 persen. Sisanya, menurut dia, diambil oleh MRO asing. “Dengan berbekal pengalaman dan kemampuan yang kami miliki bersama, kami harus yakin dengan kerjasama ini kami mampu mengambil pasar perawatan pesawat domestik lebih besar lagi,” ujarnya.

    Diawali dari lokasi hangar MMF Surabaya, kerjasama yang akan dimulai pada awal Januari 2017 itu akan dikembangkan di beberapa lokasi lain di Indonesia Timur, salah satunya Biak. Juliandra pun berujar, dalam kerjasama selama lima tahun ini, GMF akan memberikan kontribusi dalam hal penambahan tools and equipment, peningkatan sistem dan infrastruktur TI, serta pemberian certified training.

    Suharto menambahkan, MMF menyambut antusias kerjasama tersebut. “Kami optimis kerjasama dengan GMF bisa meningkatkan kinerja kami secara signifikan,” katanya. Dia menambahkan, MMF akan memberikan kontribusi berupa sarana dan prasarana seperti hangar di Surabaya dan Biak, ruang kantor dan ruang penyimpanan material, sertificate of approval (AMO) dari DKUPPU, serta tools & equipment.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?